JEMBER – Nasib tragis menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Jember.
Sepulang dari bertani, Slamet (58) dan Imroatul Jamilah (56) hilang terseret arus sungai pada Kamis sore (16/1/2025).
Menurut Rahmad Ariyanto, salah satu warga setempat, kejadian bermula saat pasutri tersebut bersama seorang teman bernama Sugiono hendak menyeberangi sungai sepulang bertani.
Ketiganya diketahui baru selesai menanam padi di sawah miliknya sendiri.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka sampai di tepi sungai. Suaminya menyeberang terlebih dahulu menggunakan getek (rakit),” ujar Rahmad.
Slamet berhasil mencapai seberang dan bersiap menarik rakit kembali untuk menjemput istri dan temannya.
Namun, saat rakit sedang ditarik, malapetaka terjadi terbawa arus air di sungai yang sangat deras.
“Istrinya tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan tercebur ke sungai. Melihat itu, suaminya langsung terjun untuk menyelamatkan, tapi malah ikut terseret arus,” tambah Rahmad.
Melihat pasangan suami istri itu hanyut, Sugiono berusaha memberikan pertolongan.
Namun, upayanya tidak membuahkan hasil. Derasnya arus sungai membuat situasi semakin sulit.
Sugiono segera melaporkan kejadian ini kepada warga sekitar. Selanjutnya, informasi tersebut diteruskan ke Polsek Ambulu.
Polisi kemudian menghubungi Basarnas Jember untuk melakukan pencarian menyasar ke sungai dari hulu ke hilir.
Tim gabungan dari Basarnas, polisi, TNI, relawan, dan warga setempat langsung dikerahkan untuk mencari Slamet dan Imroatul. Hingga berita ini diturunkan, keduanya masih belum ditemukan.
“Kami terus berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Kondisi arus yang deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim,” kata salah satu petugas dari Basarnas Jember.
Menurut keterangan warga, sungai tempat kejadian memiliki arus yang cukup kuat, terutama setelah hujan. Sungai itu kerap menjadi jalur bagi petani yang pulang dari ladang mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat menyeberangi sungai. Warga sekitar diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat musim hujan.
Salah satu kerabat korban, yang enggan disebutkan namanya, berharap agar Slamet dan Imroatul segera ditemukan.
“Kami sangat berharap tim pencari bisa menemukan mereka dalam kondisi apapun,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Hingga kini, suasana duka menyelimuti Dusun Watukebo. Warga terus berkumpul di sekitar sungai, berharap adanya kabar baik mengenai nasib pasangan suami istri tersebut.
Pencarian masih akan dilanjutkan hingga batas waktu yang belum ditentukan, dan sampai korban di temukan.