Paslon Hendy-Gus Firjaun Tegas Tolak Pertambangan di Kecamatan Silo jika Tepilih lagi

Oplus_131072

JEMBER – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jember, Hendy-Gus Firjaun, dengan tegas menolak adanya pertambangan di Kecamatan Silo.

Penegasan itu diresmikan melalui penandatanganan surat pernyataan resmi, saat mendatangi dan menyapa masyarakat di kecamatan Silo.

“Kami sepakat menolak segala bentuk pertambangan di Silo,” kata Hendy.

Penandatanganan dilakukan pada Selasa (1/30) di hadapan ratusan tokoh masyarakat dan santri di Pondok Pesantren Mambaul Ulum 2.

Hendy menjelaskan, jika terpilih kembali sebagai Bupati Jember, mereka akan melanjutkan penolakan terhadap pertambangan baik yang dilakukan secara manual maupun teknologi di Silo.

“Potensi wilayah Silo tidak hanya tambang. Pertanian, UMKM, dan pariwisata sangat berpotensi dikembangkan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keputusan ini demi menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

Menurut Hendy, keberlanjutan lingkungan lebih penting daripada keuntungan jangka pendek dari tambang.

“Kita harus pikirkan nasib anak cucu kita nanti,” ujarnya di sela acara penandatanganan.

Kegiatan penandatanganan ini juga dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum 2, KH. Farid Mujib.

“Kami menginginkan komitmen kuat dari Pak Hendy dan Gus Firjaun untuk menolak tambang,” ujarnya.

KH. Farid menambahkan bahwa surat pernyataan tersebut mencakup kesepakatan untuk menolak tambang emas serta penyempurnaan infrastruktur jalan di Silo.

“Kami ingin Silo bebas dari eksploitasi tambang, dan rakyatnya makmur senyosa” katanya.

Lebih dari 2.000 warga dan tokoh masyarakat hadir menyaksikan penandatanganan ini.

Mereka turut mendukung langkah tegas Hendy dan Gus Firjaun dalam melindungi alam Kecamatan Silo.

“Silo punya potensi alam lain yang bisa dimanfaatkan tanpa merusak lingkungan,” kata KH. Farid.

Ia berharap langkah ini menjadi contoh bagi daerah lain yang mengalami ancaman serupa.

Dengan komitmen ini, masyarakat Silo merasa lega dan berharap keseimbangan alam di wilayah mereka dapat terus terjaga.

“Semoga langkah ini membawa kebaikan bagi kita semua, menuju Jember sejahtera bersama,” pungkas KH. Farid.