Panen Perdana Jagung Agroforestri di Jember, Kolaborasi Petani dan Swasta Mulai Tunjukkan Hasil

JEMBER – Panen perdana jagung agroforestri digelar di Desa Seputih, Kabupaten Jember, Selasa (20/1). Kegiatan ini menandai kolaborasi petani hutan dengan sektor swasta.

Program tersebut diinisiasi PT Mekar Asta Nusantara bersama GAPOKTANHUT Desa Seputih untuk mengoptimalkan lahan kurang produktif melalui pendekatan pertanian berkelanjutan.

Acara panen dihadiri Wakil Bupati Jember Djoko Susanto, perangkat daerah, Forkopimda, dinas terkait, pemerintah desa, serta puluhan petani mitra.

Kemitraan ini dinilai mampu menghidupkan kembali lahan hutan sosial sekaligus meningkatkan produktivitas jagung berbasis sistem agroforestri.

Selain hasil panen, program ini juga mendorong perluasan tanam, pengelolaan hutan lestari, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani desa.

PT Mekar Asta Nusantara dipimpin CEO Evi Febriana dan COO Moch. Muhaimin dengan fokus penguatan budidaya, pascapanen, dan akses pasar berkelanjutan.

Evi Febriana dikenal aktif mendorong pertanian modern melalui pendampingan terstruktur, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan usaha tani dari hulu hingga hilir.

“Panen ini bukan sekadar jagung, tetapi hasil dari kepercayaan dan kerja sama yang dibangun bersama petani,” ujar CEO PT Mekar Asta Nusantara, Evi Febriana.

“MANU hadir sejak awal tanam hingga pascapanen, karena kami ingin tumbuh bersama petani dalam jangka panjang,” lanjut Evi dalam sambutannya.

Menurut Evi, Jember memiliki potensi besar menjadi daerah percontohan agroforestri dan pertanian berkelanjutan berbasis kemitraan.

“Kami berharap kemitraan ini terus diperluas agar manfaatnya dirasakan langsung petani, baik produksi, kualitas, maupun kesejahteraan,” katanya.

Program agroforestri MANU juga didukung PT Mekar Investama Teknologi sebagai mitra operasional penguatan sistem dan ekosistem usaha tani.

Wakil Bupati Jember Djoko Susanto mengapresiasi pelaksanaan panen perdana sebagai bagian penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

“Kegiatan ini kami harapkan menjadi inspirasi bagi petani Jember, dan kolaborasi seperti ini patut dikembangkan ke depan,” ujar Djoko Susanto.

Ia menekankan perlunya penyempurnaan program agar manfaat semakin optimal melalui kolaborasi dan pembangunan ekosistem pertanian berkelanjutan.