OJK Luncurkan EPIKS di Jember, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Berbasis Pesantren

JEMBER – Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah atau EPIKS resmi diluncurkan di Alun-alun Nusantara Jember, Sabtu (31/1/2026), bertepatan Harlah NU ke-100.

Peluncuran EPIKS menjadi simbol kolaborasi lintas lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan organisasi keagamaan dalam memperluas akses layanan keuangan syariah di Jember.

OJK Jember menggandeng Pemkab Jember, Bank Indonesia, Kementerian Agama, PCNU Jember, serta LJK Syariah dalam penguatan ekonomi umat berbasis nilai Islam.

EPIKS dirancang membangun ekosistem inklusi keuangan syariah yang berakar pada pesantren dan komunitas Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jember.

Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA mengikuti kegiatan secara daring dan memberikan arahan terkait peran santri dalam penguatan ekonomi umat.

“Santri harus menggabungkan nilai amal dengan profesionalisme agar mampu mengelola ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Nasaruddin Umar dalam sambutannya.

Ia menilai nilai kepemimpinan dan manajerial Rasulullah SAW relevan diterapkan dalam pengelolaan ekonomi modern berbasis prinsip keislaman.

“Fungsi leader dan manajer perlu diimplementasikan secara profesional agar santri berperan di level mikro hingga makro,” lanjut Nasaruddin Umar.

Menurutnya, banyak santri muda dipercaya memegang peran strategis karena dinilai tangguh, konsisten, produktif, dan dapat dipercaya.

Rais Syuriyah PBNU Prof. M. Nuh hadir langsung dan mengulas peran instrumen ekonomi Islam dalam pemberdayaan umat secara berkelanjutan.

“Zakat berfungsi memenuhi kebutuhan operasional, sementara wakaf dikelola produktif sebagai instrumen jangka panjang,” kata Prof. M. Nuh.

Ia menegaskan aset wakaf tidak untuk dihabiskan, melainkan dikembangkan agar manfaatnya terus dirasakan umat secara berkesinambungan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi sinergi sektor keuangan dengan pesantren sebagai strategi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pesantren di Jember memiliki potensi besar sebagai pusat penggerak ekonomi syariah berbasis kearifan lokal,” ujar Bupati Fawait.

Ia menyebut ribuan pesantren di Jember berperan ganda sebagai pusat pendidikan keagamaan sekaligus simpul ekonomi umat.

Peresmian EPIKS pada momentum Harlah NU ke-100 diposisikan sebagai langkah strategis membangun sistem keuangan yang inklusif dan berkeadilan.

Rangkaian kegiatan EPIKS diawali pembukaan Pasar Keuangan Syariah dengan 42 booth dari LJK Syariah, UMKM binaan, dan UMKM NU.

Kegiatan juga diisi pengajian akbar yang diikuti sekitar 15.000 santri dari berbagai pesantren se-Kabupaten Jember.

Program simbolis meliputi kartu santri, cash management system, pembiayaan UMKM syariah, serta wakaf uang pendidikan pesantren dan madrasah.

Selain itu, digelar workshop kemandirian ekonomi bagi 300 pengurus pesantren guna memperluas literasi dan akses keuangan syariah di Jember.