JEMBER – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Jember resmi berakhir dengan meninggalkan kesan mendalam.
Ajang ini dipuji banyak pihak sebagai penyelenggaraan terbaik, bahkan disebut melampaui standar MTQ tingkat nasional.
Penilaian itu bukan tanpa alasan. Seluruh rangkaian acara, mulai dari pembukaan hingga penutupan, digelar dengan penuh kemegahan. Arena perlombaan pun dipuji karena tertata rapi dan mampu menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus meriah.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam pidatonya di Jember Sport Garden (JSG) pada malam penutupan Jumat (19/9/2025), menuturkan bahwa apresiasi atas suksesnya MTQ di Jember juga datang dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekda Jatim, hingga para ulama dan kiai besar.
“Alhamdulillah, testimoni yang kami terima menyebutkan MTQ di Jember adalah yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaannya di Jawa Timur,” ungkapnya penuh syukur. Ia menegaskan, keberhasilan ini adalah wujud kecintaan masyarakat Jember kepada Al-Qur’an, ulama, kiai-nyai, serta para hafiz dan hafizah.
Lebih lanjut, Fawait menambahkan bahwa identitas Jember sebagai kota santri turut memperkuat nuansa religius pada perhelatan akbar tersebut. “Kebetulan bupatinya juga santri. Jadi wajar kalau event besar yang kami hadirkan salah satunya adalah hajatan para santri, yaitu MTQ,” ujarnya.
Kesan serupa juga disampaikan KH. Ahmad Zahro, Ketua Dewan Hakim MTQ XXXI Jatim. Ulama yang sudah terlibat dalam kegiatan serupa sejak 1994 itu menegaskan bahwa penyelenggaraan di Jember adalah yang paling baik, bahkan lebih megah dibanding sejumlah MTQ tingkat nasional.
“InsyaAllah, semoga ini bisa menjadi modal bagi Jember untuk kelak dipercaya sebagai tuan rumah MTQ Nasional,” katanya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.