MENLU RI TEKANKAN PENTINGNYA KERJA SAMA SELATAN-SELATAN DAN PENDIDIKAN UNTUK PEREMPUAN KEPADA PARA MAHASISWA ASING PENERIMA BEASISWA INDONESIA

​YOGYAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk bertemu 10 mahasiswa Afghanistan dan 33 mahasiswa lainnya dari berbagai negara berkembang yang menjadi penerima beasiswa Indonesia (29/12).

Menlu RI menyampaikan pentingnya kerja sama Selatan-Selatan di tengah tantangan global dewasa kini dan berpesan agar sekembalinya para mahasiswa ke negara asalnya masing-masing, mereka dapat menjadi:
1. Agen pendidikan yang berbagi ilmu kepada masyarakat;
2. Agen toleransi yang menghargai keberagaman;
3. Agen kolaborasi yang mengembangkan kerja sama dan persahabatan antar negara; dan
4. Agen perdamaian yang mampu mencegah terjadinya konflik di dunia sebagai calon pemimpin di masa depan.
Menlu RI juga menekankan bahwa pendidikan, terutama bagi perempuan, adalah kunci bagi kemajuan dan ketahanan suatu negara dan untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Indonesia telah berkomitmen untuk mewujudkan prinsip ‘education for all’ / ‘pendidikan untuk semua’.
Komitmen pendidikan ini terefleksikan antara lain melalui tindak lanjut konkret dari International Conference on Afghan Women’s Education (ICAWE), yang diselenggarakan oleh Indonesia dan Qatar di Bali, bulan Desember 2022.
ICAWE menghasilkan kolaborasi nyata antar-komunitas internasional, pemerintah, dan sektor swasta dalam bentuk berbagai program kerja sama yang berkaitan dengan pendidikan.
Apresiasi turut disampaikan kepada Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) / Indonesian Aid dan sektor swasta Indonesia, yaitu Adaro Energy, Tahir Foundation, Lippo Group, dan KADIN yang telah t​​erlibat aktif mendukung pendidikan dan kesehatan perempuan di Afghanistan.