Mahasiswa Asal Surabaya Terseret Ombak saat Berlibur di Pantai Payangan Jember

mahasiswa asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang tewas setelah terseret ombak di Pantai Payangan (Foto: Istimewa)
mahasiswa asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang tewas setelah terseret ombak di Pantai Payangan (Foto: Istimewa)

JEMBER – Naas menimpa M. Inza Nada, mahasiswa asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang tewas setelah terseret ombak di Pantai Payangan, Jember.

Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, pukul 16.40 WIB, saat korban bersama rombongan sedang berlibur di Pantai Payangan, Jember.

Kepala BPBD Jember, Widodo Julianto, menjelaskan bahwa korban bersama rombongan 25 orang menggunakan elf dengan tujuan berlibur. Setibanya di lokasi, korban bersama tiga temannya berenang di pinggir pantai, namun korban agak jauh dari tiga temannya hingga akhirnya terseret ombak.

“Kami menerima laporan dari warga setempat pada pukul 17.00 WIB dan segera berkoordinasi dengan Basarnas dan Polsek Ambulu untuk melakukan pencarian,” kata Widodo.

Sebelumnya, Widodo menyebutkan bahwa rombongan mahasiswa tersebut baru saja selesai melaksanakan KKN di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, dan berencana berlibur di Pantai Payangan.

“Korban ini merupakan anggota KKN yang berlibur di Pantai Payangan bersama rombongan. Korban bersama tiga temannya berenang di pantai hingga terjadi musibah,” tambah Widodo.

Tim BPBD Jember, Basarnas, dan Kepolisian membawa jasad korban ke puskesmas terdekat setelah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban langsung dibawa ke puskesmas untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.

Cintia, salah satu saksi mata di lokasi kejadian, menceritakan bahwa korban sedang berenang bersama beberapa temannya di tepian pantai sebelum ombak besar menghampiri mereka.

“Korban itu sekitar jam 4 sore memang sedang berenang di depan saya. Kemudian ada ombak besar yang datang dan langsung menyeret korban ke tengah laut,” kata Cintia.

Cintia juga menambahkan bahwa korban sempat meminta tolong kepada teman-temannya dan warga sekitar, namun ombak yang terlalu besar membuat mereka takut untuk menolong.

“Sebelum terbawa lebih jauh ke tengah, korban sempat terlihat melambai meminta tolong. Lalu ombak kedua datang dan menyeretnya lebih jauh. Orang-orang tidak berani menolong karena ombaknya sangat besar,” jelasnya.

“Ada satu orang yang sempat melempar pelampung ke arah korban, tapi sudah terlambat. Korban akhirnya hilang terbawa ombak,” lanjutnya.