JEMBER – Sebanyak 115 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan di Kabupaten Jember hingga kini belum mendapatkan tempat mengajar. Dari total 336 lulusan, hanya 221 yang sudah terserap di sekolah.
Kabar baik datang dari DPRD Jember. Pemerintah daerah disebut tengah menyiapkan formasi guru tahun 2026 yang memberi ruang afirmasi bagi lulusan PPG Prajabatan.
Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, mengatakan, peluang terbuka lebar karena banyak guru akan pensiun tahun ini. “Sekitar 450 guru pensiun. Posisi itu bisa menjadi peluang bagi lulusan PPG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penambahan formasi tersebut tidak akan menambah beban besar bagi anggaran daerah, sebab hanya menggantikan posisi guru yang pensiun.
Widarto menegaskan, DPRD akan ikut memperjuangkan afirmasi bagi para lulusan PPG melalui Komisi D serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat.
“Kami di DPRD siap mengawal agar formasi 2026 berpihak kepada PPG Prajabatan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PPG Prajabatan Jember, Ahmad Haris, menyambut positif pembahasan tersebut. Ia berharap Pemkab benar-benar membuka kuota khusus tahun depan.
Haris mengingatkan, Kementerian Pendidikan sebelumnya berjanji menyelesaikan tenaga honorer paling lambat 30 Desember 2025. Setelah itu, fokus seleksi bisa diarahkan bagi PPG Prajabatan.
“Harapannya 2026 jadi tahun pembuktian, saat PPG Prajabatan benar-benar mendapatkan kesempatan penuh sebagai PPPK,” tutur Haris.
Ia memastikan para lulusan siap berkontribusi untuk pendidikan Jember jika kebijakan afirmasi itu benar-benar diwujudkan.