Lukmanul Khakim Targetkan Kemenangan 60 Persen di Jember, Janjikan Program UMKM

Lukman Khakim, calon Wakil Gubernur nomor urut 1 dari pasangan Luluk Nur Hamidah saat diwawancarai media (Foto: Syakur/BBC)
Lukman Khakim, calon Wakil Gubernur nomor urut 1 dari pasangan Luluk Nur Hamidah saat diwawancarai media (Foto: Syakur/BBC)

JEMBER – Lukmanul Khakim, calon Wakil Gubernur nomor urut 1 dari pasangan Luluk Nur Hamidah, melakukan safari kampanye politik ke makam KH Muhammad Siddiq di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Dalam kunjungannya, Gus Lukman bersama DPC PKB Jember mengunjungi makam KH Muhammad Siddiq di Jember pada Kamis (3/10/2024).

Lukmanul Khakim mengatakan bahwa kunjungannya ke Jember bertujuan untuk menargetkan kemenangan sebesar 60 persen di Kabupaten Jember pada Pilgub 2024 kali ini.

“Program unggulan kami adalah memberdayakan satu juta UMKM di Jawa Timur, khususnya di kalangan pemuda, agar menjadi sumber pendapatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lukmanul menjelaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses ini dari hulu hingga hilir.

“Kami akan mendampingi mulai dari pendidikan, pelatihan, teknis, struktur, hingga bimbingan, agar berjalan sesuai harapan,” tambahnya.

Selain itu, dari segi permodalan, pihaknya juga akan menyiapkan skema kredit modal bagi mereka yang ingin menjadi pelaku UMKM di seluruh Jawa Timur.

“Khususnya bagi pemuda, agar dapat menjadi lokomotif pembangunan di Jawa Timur. Tidak perlu khawatir terkait permodalan, karena akan diatur oleh Pemprov,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik bank maupun pelaku UMKM, sehingga tidak menjadi beban di kemudian hari saat menjalankan bisnis.

“Program ini bertujuan untuk menciptakan sumber pendapatan yang stabil dan signifikan, sehingga dapat mengurangi kemiskinan di Jawa Timur menuju kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Lukmanul juga berbagi pengalamannya di Bojonegoro, dengan mencontohkan UMKM yang memproduksi kerudung dengan modal kecil, tetapi berhasil mencapai omzet besar dan dapat dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Selanjutnya, ia juga menyatakan akan memanfaatkan BUMDes sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, khususnya di desa-desa, dengan menggunakan anggaran dari pusat, yaitu Dana Desa (DD).

“Kami akan memaksimalkan peran BUMDes agar tersalurkan dengan tepat, sehingga peran BUMDes bisa terpantau dan berjalan sesuai harapan bersama,” pungkasnya.

Dengan program ini diharapkan, ketika ada kesulitan melanda, masyarakat tetap dapat bertahan dengan stabil sehingga keadilan sosial bisa tercapai.