JEMBER – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menggelar simulasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di City Forest Jember, pada rabu (8/1/ 2025).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil dan Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono. Keduanya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.
Adhy Karyono menyebut, program MBG ini menjadi langkah awal menuju generasi emas 2045. Jawa Timur dianggap pionir dalam pelaksanaan program ini.
“Pramuka menunjukkan bukti nyata kontribusinya. Kita sinergikan TNI, Polri, mitra, dan masyarakat dalam mendukung MBG,” ujar Adhy di sela acara.
Adhy Karyono berharap program ini dapat direplikasi di daerah lain. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan MBG.
“Jawa Timur telah membuktikan bahwa sinergi mampu menghadirkan solusi nyata. Ini inspirasi untuk seluruh Indonesia,” tutup Adhy.
Program ini tidak hanya soal distribusi makanan, tapi juga memastikan kualitas gizi. Dinas Kesehatan dan BPOM turut berperan aktif.
“Kami pastikan makanan higienis, bergizi, dan layak. Ini penting agar manfaatnya optimal,” ujar perwakilan Dinkes Jatim yang turut hadir.
Ketua Kwarda Jatim, Arum Sabil, menyebut kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anggota Pramuka. Mereka diajarkan menyusun paket makanan sehat.
“Ini belajar bersama, mulai dari memasak hingga distribusi. Semua dilakukan secara sinergis dan efisien,” ungkap Arum.
Lebih lanjut, Pramuka Jatim mengandalkan Saka Bhakti Husada, yang berisi tenaga medis, dalam memastikan makanan sesuai standar.
“Kami perhatikan setiap bahan makanan, mulai dari sayur hingga protein. Semua harus memenuhi standar kesehatan,” tambah Arum.
Simulasi kali ini melibatkan penyediaan 12.600 paket makanan, yang didistribusikan kepada anak sekolah bertahap.
Masyarakat pun menyambut baik program ini. Mereka berharap MBG dapat menjadi bagian dari program rutin pemerintah daerah dan pusat.
Simulasi ini menjadi bukti nyata bahwa Pramuka Jawa Timur mampu menjadi motor penggerak dalam program sosial nasional.