KPU Jember Klarifikasi Isu Netralitas dalam Deklarasi Kampanye Damai

Ketua KPU Jember, Dessi Anggraeni saat diwawancarai media (Foto: SYakur/BBC)
Ketua KPU Jember, Dessi Anggraeni saat diwawancarai media (Foto: SYakur/BBC)

JEMBER – Ketua KPU Jember, Dessi Anggraeni, dengan tegas menolak tudingan kubu Fawait – Djoko mengenai ketidaknetralan KPU dalam acara Deklarasi Kampanye Damai, Selasa malam (24/9/2024).

Tudingan ini muncul setelah Paslon nomor urut 2, Fawait – Djoko, memutuskan tidak hadir dalam acara tersebut, menyiratkan ketidakpuasan terhadap perlakuan KPU.

Kubu Fawait menuduh KPU membiarkan pendukung Hendy – Firjaun melampaui batas maksimal yang ditetapkan, yaitu hanya 50 orang yang boleh hadir di dalam acara.

Menurut kubu Fawait, jumlah pendukung Hendy – Firjaun di lokasi acara tampak jauh lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas yang telah disepakati sebelumnya.

Dessi membantah tudingan ini, menegaskan bahwa KPU Jember telah menjalankan semua prosedur dan aturan sesuai dengan kesepakatan awal terkait jumlah pendukung.

“Kami fokus pada area yang sudah ditentukan, dengan membatasi akses masuk menggunakan ID Card,” jelas Dessi, merespon tuduhan yang dilontarkan.

Ia menambahkan, tempat duduk telah disiapkan untuk kedua pasangan calon beserta 50 pendukung, sesuai dengan aturan yang berlaku selama acara.

Dessi juga menekankan bahwa area di luar tempat duduk yang disediakan merupakan ruang publik, sehingga tidak bisa sepenuhnya diawasi oleh KPU.

“Ruang publik berada di luar wewenang kami, tidak mungkin kami melarang orang yang berkumpul di sana,” lanjut Dessi menjelaskan.

Deklarasi kampanye damai ini, kata Dessi, adalah simbol dari komitmen untuk menjaga proses Pilkada yang aman, damai, dan kondusif di Jember.

“Acara ini adalah bentuk niat baik dari semua pihak yang terlibat dalam demokrasi Pilkada,” imbuhnya, menekankan pentingnya deklarasi tersebut.

Ia berharap bahwa meskipun ada ketidakhadiran salah satu Paslon, nilai-nilai demokrasi tetap dipegang selama seluruh rangkaian Pilkada.

Dessi mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keharmonisan selama kampanye berlangsung agar Pilkada dapat berjalan sesuai aturan yang ada.

Meskipun kubu Fawait – Djoko absen dalam deklarasi damai, KPU Jember tetap yakin seluruh tahapan Pilkada akan berjalan sesuai prinsip demokrasi.