Klarifikasi PBB Terkait Video Pria Klaim Alihkan Dukungan dari Paslon Gus Fawait-Djoko ke Hendy-Gus Firjaun

JEMBER – Sebuah video kontroversial yang menampilkan dua pria mengaku dari tim pemenangan Paslon Gus Fawait-Djoko dan mendukung Paslon Hendy-Gus Firjaun, kini viral di media sosial TikTok.

Video berdurasi 17 detik itu memperlihatkan dua pria mengenakan kaos bergambar Paslon nomor urut 2, Fawait-Djoko, dan logo Partai Bulan Bintang (PBB).

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @agustrio123 pada Rabu (23/10/2024) dan langsung menyedot perhatian.

Kedua pria dalam video mengaku berasal dari Dusun Gumuk Banji, Desa Kencong, dan menyatakan dukungan kepada Paslon nomor urut 1, Hendy-Gus Firjaun.

Dalam video, mereka tampak memegang banner bergambar Paslon 01 dan logo PDI Perjuangan, menunjukkan perubahan dukungan mereka.

Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak 6.5 ribu kali dan mendapat 126 tanda suka, serta menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Ketua PAC PBB Kencong, Siswanto, langsung memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Dia menegaskan bahwa kedua pria itu bukan anggota PBB dan bukan bagian dari tim resmi PBB.

“Mereka bukan anggota kami. Itu kemungkinan orang luar yang ingin memperkeruh suasana,” tegasnya, Jumat (25/10/2024).

Siswanto juga menambahkan bahwa pria dalam video tersebut bukan warga Dusun Gumuk Banji, seperti yang diklaim mereka dalam video.

“Setelah saya telusuri, mereka bukan warga sini. Ini seperti ada upaya untuk memecah belah antara Paslon 02 dan PBB,” ungkapnya lebih lanjut.

Menanggapi kaos PBB yang dipakai dalam video, Siswanto mengatakan mungkin kaos itu didapat secara tidak sengaja.

“Saat acara konsolidasi PBB dengan Fawait di Warung Kembang, ada pembagian kaos yang menyebar ke berbagai pihak,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, sekitar 100 kaos memang dibagikan, sebagian besar kepada tim ranting dan PAC.

“Ada juga beberapa yang meminta kaos, termasuk enam karyawan Warung Kembang,” tambah Siswanto.

Siswanto juga menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini, karena sudah mengasuh domba dan dan membuat suasana memanas.

“PBB sangat dirugikan. Kami tidak akan tinggal diam dan mengecam tindakan tersebut. Jika perlu, kami akan bawa masalah ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Senada dengan Siswanto, Ketua DPC PBB Jember, Muhammad Dhofir, menyatakan bahwa kedua pria dalam video itu bukan anggota PBB, baik sebagai pengurus maupun kader.

“Kami akan terus telusuri. Jika ada indikasi pelanggaran hukum, kami siap menindaklanjutinya,” ungkap Dhofir.

Dhofir juga menegaskan bahwa PBB tetap berkomitmen mendukung Paslon 02, sesuai keputusan partai.

“Kami merasa dirugikan karena lambang PBB disalahgunakan. PBB tetap solid mendukung Paslon 02,” pungkasnya dengan tegas.