JEMBER – Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini menjadi momen bersejarah di Jember. Muhammad Fawait, calon bupati Jember nomor urut 2, tampil dengan aksi berani.
Fawait, yang dikenal sebagai tokoh santri, memperlihatkan keberaniannya dengan berjalan di atas bara api dalam acara yang digelar di Wisata Raja Domba Sidomulyo, Jember, pada Senin malam, (2/10/2024).
Tak sendiri, Fawait didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan, Gogot Cahyo Baskoro, serta beberapa anggota tim lainnya. Mereka semua tampak percaya diri saat melangkah di atas bara yang menyala.
Atraksi berjalan di atas bara api ini dilakukan di bawah pengawasan ketat dari tim profesional, memastikan bahwa aksi ekstrem ini tetap aman dan sesuai prosedur yang berlaku.
Menurut Fawait, aksi ini bukan sekadar pertunjukan. Baginya, berjalan di atas bara api adalah simbol keberanian dan kekuatan, terutama bagi para santri yang siap menghadapi segala tantangan kehidupan.
“Santri dilatih untuk siap menghadapi segala rintangan, baik fisik maupun mental,” ujar Fawait usai melakukan atraksi.
Dia menegaskan bahwa santri selalu siap beradaptasi dengan berbagai keadaan, baik susah maupun senang.
Ia juga menyatakan bahwa atraksi tersebut merupakan simbol kesiapan timnya dalam menghadapi Pilkada Jember pada 27 November 2024.
“Tidak ada tantangan yang dapat menghentikan kami,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Fawait optimistis, dengan keberanian dan semangat pantang menyerah, santri mampu memimpin dan membawa perubahan yang positif bagi Kabupaten Jember.
Ia berharap masyarakat bisa terinspirasi dari aksi yang dilakukannya, untuk kemenangan bersama di pilkada 2924.
Selain aksi berjalan di atas bara api, malam peringatan Hari Santri tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan lain, termasuk pemutaran film berjudul Sang Kiyai yang mengisahkan perjuangan ulama di masa penjajahan.
Acara kemudian ditutup dengan sambutan dari Gus Fawait, ia menyampaikan harapannya agar santri terus menjadi pilar kekuatan bangsa dalam menghadapi segala ujian dan cobaan hidup.
Sebagai bagian dari kampanyenya, Gus Fawait menggabungkan nilai-nilai tradisi santri dengan budaya lokal.
Ini, menurutnya, adalah kunci keberhasilan dalam mengarungi tantangan politik yang ada.
“Jika api bisa kami lewati, tentu tantangan lain juga bisa kami atasi,” tutup Gus Fawait, memberikan pesan penuh semangat kepada para pendukungnya di Jember.