SITUBONDO – Kelompok KKN Universitas Membangun Desa (UMD) UNEJ bekerja sama dengan Bank Sampah Induk Situbondo sebagai upaya pengelolaan sampah di Desa Suboh.
Upaya pengolahan sampah organik dan anorganik dilakukan guna mendukung keberhasilan program kerja KKN di Desa Suboh. Dukungan dari Bank Sampah Induk sangat membantu untuk pengolahan sampah yang lebih baik.
Pengelolaan sampah yang tidak memadai di Desa Suboh berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Sampah organik masih menjadi salah satu masalah yang ada di desa Suboh.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMD Unej 222 bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memperkenalkan inovasi dalam pengolahan sampah.
Alternatif yang digunakan Mahasiswa KKN 222 di Desa Suboh untuk pengolahan sampah organik adalah dengan metode budidaya Maggot dan pembuatan Komposter. Maggot merupakan larva dari lalat BSF (Black Soldier Fly).
Pemanfaatan limbah organik melalui maggot nantinya akan digunakan sebagai media hidup untuk pemakan sampah organik. Maggot yang sudah dewasa dan berusia 21 hari dapat dipanen dan dimanfaatkan sebagai pakan unggas berprotein tinggi.
Pemanfaatan limbah organik lainnya adalah dengan metode komposter, metode ini memanfaatkan alat seperti ember untuk mengolah sisa makanan dan bahan organik lainnya menjadi kompos berkualitas.
Proses ini melibatkan penumpukan limbah, pencampuran, dan pengaturan kelembaban serta aerasi, sehingga dapat menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman, sambil mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Komposter akan menghasilkan pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk ini dapat dimanfaatkan sebagai media penyubur tanaman dalam skala kecil.
Pengenalan bank sampah kepada masyarakat dilakukan melalui sosialisasi yang dilakukan di balai desa pada hari Senin, 5 Agustus 2024.
Pemaparan materi dengan memanfaatkan sampah seperti pembuatan sabun dari minyak jelantah dan kerajinan dari limbah anorganik seperti bungkus kopi menjadi tas dan gelas bekas menjadi keranjang buah.
Warga Desa Suboh menyambut dengan baik kegiatan ini dan antusias mengikuti serta terlibat dalam praktek pemanfaatan limbah dengan pembuatan sabun dari minyak jelantah.
Masyarakat ikut serta pada kegiatan sosialisasi ini dan dilibatkan secara langsung dalam pembuatan sabun dari limbah minyak jelantah.
“Kami berupaya mewujudkan bank sampah di Desa Suboh untuk keberlangsungan pengolahan sampah yang lebih baik guna menciptakan lingkungan bersih dan pemilahan sampah yang lebih baik,” ujar Ibu Rini selaku Kepala Bank Sampah Induk Situbondo.
Dengan metode-metode ini, mahasiswa KKN 222 di Desa Suboh tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan bagi masyarakat setempat.