JEMBER – Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menciptakan terobosan baru dalam pendidikan dengan membuat media pembelajaran digital augmented reality (AR).
Media ini memadukan wawasan fisika dengan spiritual siswa dari Al-Quran.
Ketua tim, Jalis Syarifah, menjelaskan bahwa bersama rekannya Halimatus Sa’diyah, Mohammad Kelvin Rizka Aziizi, dan Mochammad Athar Humam Ghazanfar, mereka membentuk tim Quranic Sains Media Augmented Reality (QSMART).
Media AR ini hadir untuk mengatasi keterbatasan media pembelajaran yang hanya berfokus pada sains.
“Kebanyakan teknologi pembelajaran hanya berfokus pada sains, padahal sedikit yang mengaitkan dengan Al-Quran.
Kami termotivasi untuk menciptakan media AR guna meningkatkan keimanan dan moralitas siswa,” ujar Jalis, Rabu (17/7/2024).
Media pembelajaran digital ini memanfaatkan objek 3D dengan kode bar yang dapat dipindai, sehingga muncul bentuk audio visual 3D dari implementasi sains.
Materi fisika yang disajikan adalah hukum Newton untuk kelas 11 sekolah berbasis Islam.
“Contoh ayat Al-Quran dalam AR kami adalah surah Yasin ayat 38 tentang peredaran matahari. Materi fisika terkait adalah teori hukum Newton I tentang benda bergerak konstan,” jelasnya.
Jalis menambahkan bahwa selama proses pembuatan media AR, tim QSMART menghadapi beberapa kendala, terutama dalam perancangan AR itu sendiri.
“Ngoding itu berat, kendala utamanya di situ. Kami membutuhkan waktu lama untuk memastikan media bisa jalan saat diklik. Selain itu, penggunaan tiga bahasa, Arab, Indonesia, dan Inggris, juga sering terjadi error,” paparnya.
Dosen pendamping tim QSMART, Lailatul Nuraini, mengakui meski ada beberapa kendala, namun dengan usaha menyempurnakan koding, akhirnya masalah dapat teratasi dan media berjalan lancar.
“Kami berharap media pembelajaran ini bisa membantu siswa meningkatkan wawasan fisika dari sudut pandang Al-Quran, sehingga meningkatkan pemahaman dan mempengaruhi tindakan mereka sehari-hari,” pungkasnya.
Pewarta: Abdus Syakur
Editor : Sugeng Prayitno