JEMBER – Hujan lebat selama berjam-jam memicu banjir di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Jember, Selasa malam. Air meluap hingga menggenangi permukiman warga Dusun Kepel.
Curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Debit Kali Clutak meningkat drastis dan tidak tertampung, sehingga air meluber ke rumah warga.
Sebanyak 76 kepala keluarga terdampak banjir. Genangan merendam akses jalan, halaman rumah, serta sejumlah bangunan yang memiliki fondasi rendah.
Dua rumah warga mengalami dampak paling parah. Ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 60 sentimeter, memaksa penghuni bertahan di lokasi aman.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyebutkan genangan air bervariasi di setiap titik. Ketinggian air berkisar antara 40 hingga 90 sentimeter.
Menurut Edy, banjir kali ini dipicu oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.
“Hujan deras menjadi pemicu utama, namun kapasitas sungai juga terbatas,” kata Edy.
BPBD Jember menyoroti kerusakan tanggul Sabuk Gunung sebagai penyebab tambahan banjir.
“Tanggul jebol sejak banjir Januari 2025 dan hingga kini belum diperbaiki,” ujar Edy, Rabu.
Ia menjelaskan, dampak kerusakan tanggul tersebut cukup signifikan bagi permukiman warga.
“Saat hujan deras, air langsung mengalir ke permukiman warga,” kata Edy menambahkan.
Tim Reaksi Cepat BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Petugas memastikan keselamatan warga serta memetakan tingkat kerusakan.
Bantuan awal segera disalurkan. Dua paket sembako dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur diberikan kepada keluarga terdampak paling parah.
Penanganan banjir melibatkan berbagai pihak. BPBD berkoordinasi dengan perangkat desa, relawan Brandal Alas, serta ketua RT dan RW setempat.
Hingga Rabu dini hari, genangan air belum sepenuhnya surut. Meski demikian, situasi lingkungan dilaporkan tetap kondusif dan terkendali.
BPBD mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi di wilayah Jember.
“Masyarakat diminta tetap waspada dan siaga menghadapi hujan susulan,” ujar Edy.
Selain itu, BPBD merekomendasikan langkah teknis lanjutan. Perhutani diminta segera melakukan perbaikan tanggul Sabuk Gunung.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Banjir menjadi pengingat pentingnya perbaikan infrastruktur guna mencegah kejadian serupa terulang.