JEMBER – Calon Bupati Jember nomor urut 2, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, tampil dalam debat publik kedua Pilkada 2024 yang berlangsung Sabtu malam (9/11/2024) di Ballroom Cempaka Hotel.
Dalam debat ini, Gus Fawait menjelaskan berbagai langkah konkret untuk memperbaiki peringkat Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Jember yang tertinggal dari Situbondo.
Moderator membuka debat dengan menyinggung peringkat IRB Jember yang pada 2023 mencapai 66,61, jauh di bawah kabupaten tetangga seperti Banyuwangi dan Situbondo.
Menanggapi isu tersebut, Gus Fawait mengkritisi capaian Jember yang ia nilai masih kurang efektif dalam reformasi birokrasi.
“Jember ini adalah kabupaten besar dengan potensi luar biasa. Membangunnya bukan soal Superman, tapi super team dengan kepemimpinan yang kuat,” ujar Gus Fawait.
Ia menekankan pentingnya pemimpin yang memiliki visi dan leadership untuk memimpin perubahan birokrasi.
Menurut Gus Fawait, peringkat IRB Jember masih berada di urutan 35 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Selain itu, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Jember juga berada di posisi rendah.
“Ketimpangan di Jember semakin tinggi, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin,” katanya.
Gus Fawait pun memaparkan strategi timnya dalam meningkatkan kinerja IRB dan SAKIP Jember, termasuk melalui penerapan transformasional leadership.
Menurutnya, transformasional leadership diperlukan agar pemimpin memiliki komitmen untuk memajukan tata kelola birokrasi.
“Kami punya APBD besar, tetapi penggunaannya masih belum maksimal untuk menurunkan angka kemiskinan,” lanjutnya.
Gus Fawait menganggap bahwa alokasi APBD harus lebih fokus pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Jember.
Selain transformasional leadership, Gus Fawait juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah di Jember.
Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih efektif dalam menjalankan pelayanan publik.
Ia juga mengusulkan penerapan sistem merit sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia di pemerintahan Jember.
“Dengan sistem merit, kita bisa memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada,” ungkap Gus Fawait.
Gus Fawait menyoroti bahwa selama ini, penggunaan anggaran daerah kurang sinkron dengan tujuan pengentasan kemiskinan.
“Jangan sampai kebijakan kita berjalan ke arah yang berlawanan, ini harus dihindari,” tambahannya.
Ia pun berjanji, jika terpilih, akan memimpin reformasi birokrasi yang lebih terarah bersama pasangannya, Pak Joko.
Menurutnya, reformasi yang lebih fokus ini akan membantu Jember memperbaiki peringkat IRB dan SAKIP di masa depan.
“Di bawah kepemimpinan saya dan Pak Joko, kami berkomitmen mengolah birokrasi sebaik mungkin, melakukan terobosan untuk menjadikan Jember lebih baik,” tutup Gus Fawait.