Guru Madrasah di Jember Deklarasi Dukung Fawait-Djoko: Harapan Baru Pendidikan

JEMBER – Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Jember secara resmi menyatakan dukungan penuh untuk pasangan calon nomor urut 2, Fawait-Djoko, dalam Pilkada Jember 2024.

Deklarasi ini dilangsungkan di Posko Rumah Cinta, Jalan Gajah Mada Nomor 369, Kaliwates, pada Rabu siang (23/10/2024).

Ketua PGMI Jember, Syarofi Romdon, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap pasangan Fawait-Djoko.

“Kami percaya Gus Fawait mampu membawa perubahan signifikan bagi guru madrasah di Jember,” ujar Syarofi dengan penuh harap.

Selama ini, Syarofi menilai, nasib guru madrasah di Jember belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Guru madrasah termarjinalkan, tidak pernah tersentuh oleh APBD,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Keadaan ini, menurut Syarofi, menjadi alasan kuat bagi para guru madrasah di Jember untuk mendukung Gus Fawait.

“Beliau berasal dari kalangan pesantren, memahami betul kondisi guru madrasah,” lanjutnya dengan penuh keyakinan.

Dalam pernyataannya, Syarofi juga menambahkan bahwa pihaknya telah mencoba menyampaikan aspirasi kepada pemimpin daerah sebelumnya, namun tidak pernah mendapat tanggapan.

“Kami pernah bersurat tiga kali, tapi tak ada respon dari bupati sebelumnya terkait  dengan nasib para guru,” katanya.

Mendengar aspirasi tersebut, Gus Fawait  menegaskan bahwa program yang diusungnya akan menyentuh seluruh masyarakat Jember.

“Program kami mencakup seluruh lapisan masyarakat termasuk guru madrasah,” kata Gus Fawait dengan penuh komitmen.

Fawait, yang memiliki latar belakang pendidikan di madrasah, menyatakan bahwa pendidikan madrasah menjadi salah satu fokus utama dalam program jangka panjangnya.

“Sejak kecil saya belajar di madrasah, jadi saya tahu betul pentingnya peran madrasah,” katanya.

Program jangka panjang yang direncanakan oleh Fawait-Djoko juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan di daerah pelosok.

“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan di desa, termasuk madrasah, mendapatkan perhatian yang sama,” ujarnya.

Fawait menegaskan bahwa rendahnya akses pendidikan di desa menjadi salah satu penyebab utama kemiskinan di Jember.

“Salah satu penyebab kemiskinan adalah rendahnya pendidikan, khususnya di desa,” jelasnya.

Sebagai penutup, Gus Fawait memastikan bahwa madrasah akan mendapatkan kesempatan yang sama dengan sekolah lainnya di Jember.

“Kami tidak akan membeda-bedakan, madrasah memiliki peluang yang sama,” tegasnya.

Deklarasi dukungan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi para guru madrasah di Jember, yang selama ini merasa kurang diperhatikan pemerintah daerah.