JEMBER – GP Ansor Jawa Timur resmi mengukuhkan Pengurus Patriot Ketahanan Pangan Jawa Timur di Hotel Aston Jember, Kamis (15/5/2025), sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Ketahanan Pangan GP Ansor, Gus Syafiq, serta pengurus pusat dan wilayah GP Ansor Jawa Timur.
Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan keseriusan GP Ansor dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo–Gibran untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peran pemuda Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua Dewan Pembina Relawan Gibran BerKopyah, Ubaidillah Amin, menyambut baik langkah GP Ansor Jember yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional di bidang pertanian.
“Kami menilai langkah Ansor Jawa Timur sangat tepat. Peluncuran Patriot Ketahanan Pangan ini sangat kontekstual,” ujarnya.
“Apalagi Kabupaten Jember dikenal sebagai daerah dengan surplus hasil pertanian, baik padi, edamame, tembakau, maupun jagung,” lanjut Ubaidillah.
Ia juga menyoroti kiprah Denny Prasetia, tokoh muda Ansor Jember yang konsisten mendorong kemandirian pangan melalui budidaya tebu, pisang, gurami, dan lainnya.
“Dia ini inspiratif. Ia berhasil mengajak anak-anak muda yang sebelumnya terlibat geng motor dan kenakalan remaja untuk beralih ke dunia berkebun dan beternak,” tambahnya.
Satuan Tugas Gerkana Nasional, yang diresmikan pada 24 April 2025 di Banyumas, kini telah membentuk unit-unit Patriot Ketahanan Pangan di berbagai daerah, termasuk Jember.
Kasatkornas Banser, Gus Syafiq Syauqi, menyampaikan bahwa unit-unit tersebut akan menyasar seluruh desa di Jawa Timur untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
“Kami yakin, jika program ini dimulai dari desa, dampaknya akan besar terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Gus Syafiq usai acara.
“Ini akan mencetak petani muda baru sekaligus menjadi ladang bisnis berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan bagi para kader Ansor,” tegasnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan panduan teknis terkait nutrisi tanaman, pupuk, dan sistem usaha yang efisien dan berdaya guna.
“Kami juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam proses bertani dan beternak. Hasilnya nyata, baik secara spiritual maupun material,” tambahnya.
Dengan semangat dakwah, para kader Ansor diarahkan untuk mengabdi melalui sektor pangan, guna menjaga kedaulatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah.
Inspirasi program ini juga bersumber dari pesan-pesan nasionalis dan religius para tokoh bangsa terdahulu.
“Bung Karno pernah berkata, hidup matinya bangsa ditentukan oleh ketahanan pangannya,” ujar salah satu pengurus wilayah Ansor.
“Dan Mbah Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa petani adalah penolong negeri. Filosofi ini kami pegang erat,” imbuhnya.
Program ini menargetkan lima kader di setiap desa yang akan menjadi ujung tombak sosialisasi dan pelatihan teknis bagi masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyebaran pengetahuan serta mendorong tumbuhnya bisnis kecil yang telah dirintis oleh sahabat-sahabat Ansor.
Dengan pengukuhan ini, GP Ansor Jember menegaskan komitmennya sebagai garda muda NU yang tidak hanya agamis, tetapi juga produktif dan solutif.