PACITAN – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti SMA Negeri Punung pada Senin (23/03/2026). Ratusan alumni dari tahun kelulusan 1987 hingga 2025 berkumpul kembali dalam gelaran “Reuni Akbar Jilid 2 Lintang SMANPU”. Acara ini menjadi momentum berharga untuk menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus, sekaligus menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh lulusan dalam memajukan almamater tercinta.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta yang memenuhi area sekolah. Agenda formal dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Lintang SMANPU, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Berbagai sambutan dari panitia, pengurus alumni, hingga Kepala Sekolah SMA Negeri Punung, Bapak Agus Zamroni, memberikan suntikan semangat bagi para peserta yang hadir. Acara pagi tersebut juga diisi dengan siraman rohani “Tombo Ati” dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur.
Memasuki siang hari, suasana semakin meriah dengan digelarnya agenda budaya Langen Beksan Tayub yang dimulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Pertunjukan seni tradisional ini melibatkan sembilan paguyuban, termasuk partisipasi aktif dari siswa-siswi SMA Negeri Punung dan Paguyuban Langen Beksan bentukan alumni. Kehadiran para purna guru dan guru aktif di barisan penonton menambah nilai emosional dalam perhelatan seni yang penuh keakraban tersebut.
Ketua Umum Lintang SMANPU, Suyatno Abdullah, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para alumni yang hadir. Dalam sesi wawancara, beliau menekankan pentingnya wadah organisasi alumni ini. “Reuni ini bukan sekadar ajang pamer keberhasilan, melainkan ruang untuk saling merangkul. Kami ingin Lintang SMANPU menjadi jembatan bagi para senior dan junior untuk berkolaborasi, sehingga potensi alumni yang tersebar dari berbagai angkatan bisa berkontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat,” ungkap Suyatno.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Reuni Akbar, Sutrisna, menjelaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan untuk menyambut ribuan orang dari lintas generasi. “Kami bersyukur acara Jilid 2 ini berjalan lancar. Tantangan terbesarnya adalah menyatukan visi dari puluhan angkatan, namun berkat kerja keras tim, kita bisa menghadirkan konsep yang memadukan nostalgia formal dengan hiburan rakyat seperti Tayub ini agar semua merasa memiliki acara ini,” jelas Sutrisna saat ditemui di sela-sela acara.
Kesuksesan perhelatan besar ini tidak terlepas dari dukungan teknis yang luar biasa di lapangan. Panitia menggandeng berbagai unsur kesiswaan dan organisasi pemuda setempat. Terlihat personil dari OSIS SMA Negeri Punung, Pramuka Ambalan Eka Pandawa, hingga anggota Saka Bhayangkara Polsek Punung berjaga dengan sigap. Mereka membantu mulai dari pengaturan alur tamu, keamanan, hingga memastikan kenyamanan para alumni senior selama mengikuti rangkaian jadwal yang padat.
Kehadiran hiburan Campursari dan penampilan Tayub menjadi magnet tersendiri yang mencairkan suasana. Para alumni lintas angkatan tampak membaur tanpa sekat, menari bersama mengikuti irama gending, menciptakan pemandangan indah yang menyatukan perbedaan usia. Momen ini sekaligus menjadi edukasi budaya bagi para siswa aktif agar tetap mencintai kesenian lokal di tengah arus modernisasi.
Acara resmi ditutup pada sore hari dengan sesi foto bersama per angkatan yang penuh canda tawa. Melalui Reuni Akbar Jilid 2 ini, Lintang SMANPU membuktikan bahwa ikatan batin sebagai sesama lulusan SMA Negeri Punung tetap kuat meskipun waktu terus berlalu. Harapannya, semangat kebersamaan ini akan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Pacitan dan sekitarnya.