Festival Paralayang Jember 2024: Ajang Promosi Olahraga Dirgantara untuk Generasi Muda

Tandem bersama pelajar melakukan pendaratan di Festival Paralayang Jember 2024. (Foto: Diki Febrianto)
Tandem bersama pelajar melakukan pendaratan di Festival Paralayang Jember 2024. (Foto: Diki Febrianto)

JEMBER – Festival Paralayang Jember 2024 yang berlangsung di Landing Skyland Paralayang, Kecamatan Wuluhan, menjadi momen penting dalam memasyarakatkan olahraga dirgantara kepada publik.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jember, Mahmud Rizal, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Tujuan utama kami adalah mengenalkan olahraga dirgantara kepada anak-anak di Kecamatan Wuluhan, Ambulu, dan Balung. Ini kesempatan agar mereka lebih akrab dengan dunia paralayang,” ujar Mahmud Rizal, Sabtu (30/11/2024).

Selain menonton, peserta juga diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh alat-alat olahraga dirgantara, seperti gantole dan paramotor. Informasi dasar terkait paralayang juga diberikan untuk membangun minat dan pengetahuan mereka.

Mahmud Rizal menjelaskan, anak-anak sekolah menengah diberikan pengalaman langsung melalui latihan dasar paralayang yang disebut ground handling.

“Ini langkah awal sebelum terjun ke olahraga paralayang,” katanya.

Dalam sesi ground handling, peserta dilatih mengembangkan parasut di lapangan sebelum penerbangan dilakukan. Mahmud menambahkan, tahapan ini penting untuk memahami dasar paralayang.

“Setelah parasut berkembang dengan sempurna, penerbangan bisa dilakukan dengan aman. Semua dimulai dari penguasaan di darat,” jelasnya.

Festival ini berlangsung sejak Jumat (29/11/2024) hingga Minggu (01/12/2024).

Acara ini diikuti oleh 100 undangan, termasuk pelajar SMP dan SMA. Mereka diberi kesempatan mencoba terbang tandem bersama instruktur berpengalaman menggunakan parasut khusus.

“Meskipun hanya 50 pelajar yang hadir kemarin, mereka antusias mempelajari alat-alat dan aturan penerbangan. Sepuluh orang bahkan mencoba terbang tandem,” ungkap Mahmud Rizal.

Mahmud juga menyebutkan bahwa peserta tandem tidak hanya berasal dari Jember, tetapi juga beberapa daerah, seperti Kota Batu.

Hal ini menunjukkan minat yang luas terhadap olahraga paralayang.

“Kami harap kegiatan ini menginspirasi anak muda untuk lebih mengenal dan mendalami olahraga dirgantara. Ini adalah kesempatan langka yang harus dimanfaatkan,” tambahnya.

Festival Paralayang Jember 2024 sukses menjadi ajang pengenalan olahraga dirgantara sekaligus menarik perhatian masyarakat untuk mendukung pengembangan potensi wisata olahraga (sport tourism) di Jember.

“Ke depan, kami berharap olahraga dirgantara dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik baru di Jember, baik dari sisi edukasi maupun pariwisata,” pungkas Mahmud Rizal.