JEMBER – DPRD Jember menyoroti kesiapan Bandara Notohadinegoro seiring beroperasinya kembali penerbangan Jember–Jakarta pulang pergi menggunakan maskapai Fly Jaya.
Dorongan perbaikan fasilitas dinilai mendesak karena bandara menjadi gerbang utama daerah bagi penumpang dari luar kota.
Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menyebut evaluasi bersama Pemkab Jember membuahkan sejumlah perkembangan positif.
“Salah satunya terkait harga tiket yang turun menjadi sekitar Rp1,5 juta untuk rute Jember–Jakarta,” kata David, Senin (12/1/2026).
Selain penurunan tarif, kata dia, kini tersedia kerja sama pengisian bahan bakar pesawat langsung di bandara setempat.
“Pengisian avtur sudah bisa dilakukan di Bandara Notohadinegoro, sehingga diharapkan okupansi penumpang ikut meningkat,” ujarnya.
David yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember menilai awal tahun menjadi momentum tepat untuk membenahi fasilitas bandara.
“Bandara ini adalah wajah Kabupaten Jember bagi tamu dari luar daerah yang datang menggunakan pesawat,” katanya.
Menurutnya, DPRD mendorong perbaikan segera demi kenyamanan penumpang sekaligus mendukung promosi penerbangan reguler.
“Ini menyangkut kepentingan masyarakat agar penerbangan Jember–Jakarta maupun Jember–Bali semakin diminati,” tegas David.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas landasan pacu juga menjadi perhatian serius lembaganya.
“Marka runway punya standar khusus dari kementerian, jadi jika ada kekurangan tentu akan kami dorong segera diperbaiki,” pungkasnya.