DPRD Jember Soroti Dugaan Korupsi Bank Jatim, APBD Dalam Pantauan Ketat

JEMBER – Isu Dugaan korupsi sebesar Rp579 miliar dalam manipulasi kredit di Bank Jatim membuat DPRD Jember waspada. Mereka mencermati dampaknya terhadap keuangan daerah.

Ardi Pujo Prabowo, anggota Badan Anggaran DPRD Jember, menegaskan perlunya perhatian serius terhadap kasus ini. Menurutnya, stabilitas keuangan daerah bisa terganggu.

“Kas daerah selama ini ditempatkan di Bank Jatim. Kami perlu memastikan keamanannya agar tidak ada dampak buruk bagi APBD Jember,” katanya, Senin (17/3/2025).

DPRD Jember mengkhawatirkan adanya potensi gangguan dalam pengelolaan anggaran daerah. Evaluasi mendalam terhadap kondisi Bank Jatim menjadi langkah berikutnya.

“Kami harus memastikan kondisi keuangan Bank Jatim tetap stabil. Jika tidak, bisa ada risiko besar terhadap anggaran daerah,” jelas Ardi.

Sebagai langkah antisipasi, DPRD Jember akan berkoordinasi dengan Bupati Jember. Mereka membahas opsi pemindahan dana ke bank lain jika diperlukan.

“Kami perlu diskusi dengan Bupati, apakah memungkinkan untuk mengalihkan dana APBD ke bank lain yang lebih aman,” tegasnya.

Kewaspadaan ini dilakukan untuk mencegah dampak negatif di masa depan. DPRD Jember ingin memastikan APBD tetap aman dan tidak terpengaruh kasus ini.

Selain itu, DPRD Jember ingin mencegah gangguan terhadap pembangunan daerah. Keputusan mengenai keuangan daerah akan mempertimbangkan berbagai faktor.

DPRD juga berencana meminta klarifikasi dari Bank Jatim. Mereka ingin mendapatkan penjelasan langsung mengenai kondisi bank tersebut.

“Kami berencana memanggil Bank Jatim agar memberikan keterangan resmi. Kami perlu memahami kondisi sebenarnya,” tambah Ardi.

DPRD Jember menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan APBD. Mereka berharap ada kepastian mengenai kondisi Bank Jatim dalam waktu dekat.