Dapur MBG Jember Terendam Banjir, Dampak Bangunan Berdiri di Atas Aliran Irigasi

JEMBER – Operasional dapur MBG di Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, terhenti sementara setelah banjir merendam bangunan yang berdiri di atas aliran irigasi.

Luapan air terjadi usai hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada malam hari, memicu limpasan dari saluran kecil dan area persawahan sekitar.

Danramil Sumbersari Kapten Inf Bambang Harianto menjelaskan, banjir berasal dari aliran buangan yang tidak tertampung akibat derasnya curah hujan.

“Memang tadi malam hujannya deras, sungai-sungai kecil meluap dan mengarah ke dapur di Jalan Semeru,” ujar Bambang, Selasa.

Air sempat merendam area dapur sehingga seluruh aktivitas produksi makanan dihentikan demi menjaga keamanan penerima manfaat.

“Dapurnya sempat terendam, jadi saya minta operasional dihentikan dulu dua sampai tiga hari untuk pembersihan,” katanya.

Ia menyebut, langkah itu penting agar peralatan dan area dapur kembali steril sebelum digunakan kembali.

“Kalau belum benar-benar bersih, jangan dipaksakan. Takutnya berpengaruh ke kualitas sajian,” ucap Bambang.

Koordinasi dilakukan dengan kepala dapur agar pihak sekolah penerima manfaat segera mendapat pemberitahuan terkait penghentian sementara layanan.

“Kepala dapur sudah menghubungi sekolah-sekolah agar sementara dihentikan selama proses pembersihan,” jelasnya.

Bambang memastikan Muspika akan memantau kesiapan dapur sebelum kembali beroperasi normal setelah kondisi dinyatakan aman.

“Kalau belum steril, saya tidak izinkan jalan. Keselamatan penerima manfaat yang utama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya pembenahan aliran pembuangan air agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di titik rawan dekat RTH.

Sementara itu, saat dikonfirmasi di lokasi, Giono keamanan yang berada di area dapur memilih tidak memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

“Mohon maaf ya kami tidak menerima apapun untuk semnatara,” katanya sambil mengabaikan sejumlah wartawan yang datang ke lokasi.