Dampak Kekeringan Makin Meluas, BPBD Jember Assessment Ratusan Warga Perkotaan yang Mulai Alami Krisis Air Bersih

JEMBER – Kekeringan meluas di Kabupaten Jember, berdampak pada warga yang kini mengalami krisis air bersih. Beberapa wilayah baru teridentifikasi mengalami kekeringan.

BPBD Jember melakukan assessment di RW 07, Krajan Timur, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Sabtu siang (21/9/2024). Hasilnya, kondisi ini semakin memburuk.

Tim BPBD Jember, Iqbal Fatoni, mengatakan, mereka menerima laporan dari Lurah Tegal Gede. Warga meminta bantuan air bersih, terutama di RW 07, RT 01, RT 04, dan RT 05.

“Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi, bersama lurah dan warga, untuk melakukan koordinasi dan assessment,” kata Fatoni.

Dari assessment tersebut, ditemukan bahwa 185 kepala keluarga di RW 07 mengalami krisis air bersih. Sumur-sumur warga mulai mengering.

“Hampir semua sumur warga dengan kedalaman 10-15 meter kering. Airnya hanya bisa diambil saat pagi hari dan berwarna keruh,” jelas Fatoni.

Selain di RW 07, tim juga melakukan assessment di SDN 03 Tegal Gede. Sekolah ini juga mengalami kekeringan, membuat siswa membawa air setiap hari.

“Siswa-siswa di SDN 03 Tegal Gede membawa satu liter air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di sekolah,” tambahnya.

Kedua lokasi ini sangat membutuhkan pasokan air bersih. Sumur di wilayah tersebut tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan warga dan siswa.

Fatoni menyampaikan, rekomendasi assessment telah diserahkan kepada pimpinan BPBD. Distribusi air bersih akan dilakukan dua hari sekali di Krajan Timur.

Untuk SDN 03 Tegal Gede, distribusi air dilakukan setiap enam hari, sesuai kebutuhan di lokasi. “Kami juga mengimbau warga agar lebih hemat air,” pungkas Fatoni.

Kondisi kekeringan ini diharapkan segera teratasi, mengingat dampak yang luas bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.