Dam Pelimpah Sungai Tanggul di Jember Ambrol, Komisi D DPRD Jatim Turun Tangan

JEMBER – Proyek Dam Pelimpah Sungai Tanggul di Desa Kepanjen, Gumukmas, Jember, dilaporkan ambrol dan memicu perhatian DPRD Jawa Timur.

Komisi D DPRD Jatim memastikan akan meninjau lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan yang rusak tersebut.

Informasi dihimpun, proyek ini bernilai sekitar Rp15 miliar dari APBD Jatim dengan konsultan supervisi PT Kencana Adya Daniswara.

Yang ambrol itu kisdam karena tergerus kekuatan air, lalu tangkis sisi barat ikut terkikis,” ujar seorang warga.

Bangunan dilaporkan runtuh sebelum proses serah terima kepada Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur.

“Saya baru mengetahui informasi itu dan dalam waktu dekat akan turun ke lapangan,” kata H. Satib.

Proyek Dam Pelimpah Sungai Tanggul dikerjakan PT Rajendra Pratama Jaya dan masih dalam tahapan tanggung jawab rekanan.

“Jika belum diserahterimakan atau masih masa pemeliharaan, tentu menjadi tanggung jawab penyedia jasa,” ujarnya.

“Kami meminta Direksi PU SDA melakukan uji material untuk memastikan kesesuaian spesifikasi pekerjaan,” tegas Satib.

Menurutnya, pengujian laboratorium penting agar kegagalan konstruksi serupa tidak terulang di daerah lain.

“Gerusan air memang ada, namun kemungkinan kesalahan spesifikasi juga harus ditelusuri secara objektif,” jelasnya.

“Hasil uji lab harus dibuka, sesuai atau tidak dengan spek lelang yang ditetapkan,” lanjutnya.

Komisi D menegaskan fungsi pengawasan akan dijalankan untuk menjaga kualitas proyek infrastruktur pemerintah daerah.

Jika terbukti kualitas menjadi penyebab ambrol, DPRD meminta rekanan bertanggung jawab penuh memperbaiki dan menyempurnakan bangunan.