JEMBER – Tingginya curah hujan di Kabupaten Jember memicu kewaspadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhadap 15 titik longsor yang berada di kawasan lereng Gunung Raung.
Titik longsor tersebut berada di ketinggian 1.250 hingga 1.320 meter di atas permukaan laut (MDPL), tepatnya di sisi barat laut kaki Gunung Raung.
Kepala BPBD Jember, Widodo Julianto, mengungkapkan bahwa area ini memiliki risiko tinggi banjir bandang jika hujan deras terus terjadi.
“Kami menemukan 15 titik longsor di area tersebut. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat intensitas hujan yang terus meningkat,” jelas Widodo.
BPBD Jember telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sumberjambe sebagai wilayah yang teridentifikasi memiliki risiko terdampak paling besar.
Widodo menambahkan, curah hujan yang hampir setiap hari turun di Jember turut memperburuk kondisi lereng gunung.
“Sering kali hujan berlangsung dua hari berturut-turut tanpa jeda. Ini meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengimbau warga sekitar lereng untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras terjadi.
“Masyarakat perlu terus waspada terhadap potensi tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” tegas Widodo.
Ia juga menyebutkan pentingnya komunikasi intensif dengan pihak kecamatan dan desa setempat untuk memperbarui informasi kondisi di lapangan.
“Kami terus menjalin koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk memastikan laporan kondisi terkini,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lereng Gunung Raung.