JEMBER – Kerusakan parah di jalan provinsi Rambipuji-Puger memicu aksi blokade oleh warga sekitar. Akibatnya, beberapa perusahaan tambang di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, mengalami gangguan operasional.
Salah satu perusahaan yang terdampak adalah PT Imasco Asiatic. Pabrik semen ini harus menghentikan kegiatan produksi sementara karena truk pengangkut material dilarang melintas di jalan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait nasib pekerja di PT Imasco Asiatic. Beredar kabar bahwa ribuan karyawan perusahaan tersebut telah dirumahkan akibat penghentian operasional.
Menanggapi isu tersebut, Legal Manager PT Imasco Asiatic, Fendy, menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum mengambil langkah merumahkan karyawan.
“Jumlah karyawan langsung kami hanya 450 orang, bukan 1.600 seperti yang diberitakan. Selain itu, ada lebih dari 3.000 driver yang bekerja untuk pemasok dan distributor kami,” kata Fendy.
Fendy menyebutkan bahwa jika situasi ini terus berlanjut, operasional perusahaan akan terdampak. Hal ini tentu akan berimbas pada kelangsungan kerja para karyawan di masa mendatang.
“Setiap perusahaan pasti punya batas ketahanan. Jika kondisi ini tidak berubah, ada kemungkinan kami tidak bisa bertahan dalam jangka panjang,” ujar Fendy setelah menghadiri audiensi di DPRD Jember.
Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, turut menanggapi kabar soal pekerja PT Imasco Asiatic yang dirumahkan. Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.
Meski demikian, Ardi mengakui bahwa PT Imasco Asiatic sudah satu bulan berhenti beroperasi. Hal ini terjadi setelah truk pengangkut material dilarang melintasi jalan Rambipuji-Puger.
“Jika mereka tidak bisa beroperasi lebih lama, ada kemungkinan kebijakan merumahkan pekerja bisa terjadi. Kita tentu tidak ingin itu sampai terjadi,” ujar Ardi Pujo Prabowo.
Terkait perbaikan jalan, Ardi menyebut bahwa PT Imasco Asiatic telah membangun jalan sepanjang 500 meter. Sementara itu, proyek perbaikan jalan oleh PU Bina Marga Provinsi masih dalam tahap lelang.
Ardi menambahkan bahwa ada upaya untuk meningkatkan status jalan Rambipuji-Puger dari kelas III ke kelas II. Pihaknya akan mengusulkan agar peningkatan ini segera direalisasikan.
Dengan kondisi ini, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah agar jalan Rambipuji-Puger bisa diperbaiki. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan ekonomi dan operasional perusahaan kembali berjalan normal.