Bawaslu Jember Dukung Penguatan Pengawasan Pilkada 2024 Lewat Rumah Data

Komisioner Bawaslu Jember Devi Aulia Rahim (Foto: Istimewa)
Komisioner Bawaslu Jember Devi Aulia Rahim (Foto: Istimewa)

JEMBER- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember mengapresiasi langkah Bawaslu Jawa Timur dalam memperkuat pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 melalui inovasi rumah data.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan transparansi pengawasan.

Rumah data ini menjadi pusat penyimpanan data bagi jajaran pengawas Pilkada, mulai dari pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), pengawas kelurahan dan desa (PKD), panitia pengawas kecamatan (Panwascam), hingga Bawaslu kabupaten.

“Ini langkah yang sangat positif untuk memperkuat pengawasan,” ujar Devi Aulia Rahim, Komisioner Bawaslu Jember.

Devi menjelaskan bahwa rumah data tersebut akan menyimpan seluruh hasil pengawasan, seperti Form A, imbauan, saran perbaikan, laporan, temuan, rekomendasi, serta data sengketa pemilu.

“Ini bisa menjadi database pengawasan jajaran Bawaslu di daerah dalam mengawasi Pilkada,” katanya Rabu (14/8/2024).

Selain itu, Devi menambahkan, rumah data Bawaslu berfungsi sebagai rujukan utama bagi para pengawas.

“Semua data terekam di rumah data, jadi ketika ada temuan, kita bisa mengecek apakah sudah pernah ada imbauan terkait pelanggaran,” jelasnya.

Devi juga mencontohkan, jika sebelumnya sudah ada imbauan terkait pelanggaran yang ditemukan, berarti pengawas telah melakukan langkah pencegahan.

“Kalau pernah memberikan imbauan, berarti pengawas sudah memberikan pencegahan,” tutur Devi.

Rumah data ini juga untuk memastikan bahwa semua informasi pengawasan dapat diakses dengan mudah dan transparan.

Devi menekankan pentingnya keterbukaan ini untuk mengukur kinerja pengawas pemilu. “Ini juga dapat mengukur kinerja para pengawas pemilu,” tambah dia.

Setiap hasil pengawasan yang dilakukan akan terekam secara administratif dalam aplikasi rumah data, sehingga memudahkan evaluasi dan perbaikan.

“Sebab, setiap hasil pengawasan yang dilakukan terekam secara administratif dalam aplikasi rumah data,” ujarnya.

Harapannya, keberadaan rumah data akan semakin meningkatkan kualitas pengawasan yang dilakukan pengawas pemilu di tingkat TPS, desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Kami berharap rumah data ini semakin meningkatkan pengawasan saat Pilkada 2024,” ujar Devi.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits, menjelaskan bahwa inovasi rumah data ini adalah upaya Bawaslu Jatim untuk meningkatkan transparansi dan keamanan pengawasan pemilu di seluruh provinsi.

“Inovasi ini untuk meningkatkan transparansi dan keamanan pengawasan,” katanya.

Warits menambahkan bahwa rumah data dirancang untuk menyimpan dan mengelola semua hasil pengawasan serta tindakan penindakan yang dilakukan oleh Bawaslu Jawa Timur.

“Rumah Data ini dirancang untuk menyimpan dan mengelola hasil pengawasan serta penindakan yang dilakukan oleh Bawaslu di seluruh Jawa Timur,” ungkapnya.

Warits juga menjamin keamanan data yang tersimpan meski potensi risiko tetap ada.

“Kami percaya rumah data ini akan aman, meskipun dalam teknologi informasi semuanya berpotensi tidak aman, tapi kami sudah berusaha maksimal,” pungkas Warits.