JEMBER – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis (28/11) mengakibatkan banjir besar di beberapa kecamatan.
BPBD Jember melaporkan bahwa hingga Jumat pagi (29/11/2024), genangan air masih merendam sejumlah area dengan ketinggian mencapai satu meter.
“Kami menerima laporan banjir sekitar pukul 21.45 WIB dan segera mengirimkan tim tanggap darurat ke lokasi,” ujar Kepala BPBD Jember, Widodo.
Lebih lanjut, ia menyebut Tim melakukan penilaian, koordinasi, dan evakuasi sejak dini hari.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai turun pada pukul 14.00 WIB. Curah hujan meningkat signifikan pada malam hari, menyebabkan air menggenangi rumah warga di Kecamatan Tempurejo.
“Ketinggian air di rumah warga rata-rata mencapai 50 cm,” tambah Widodo.
Tiga desa di Kecamatan Tempurejo terdampak cukup parah, yaitu Desa Andongrejo, Curahnongko, dan Wonoasri. Di Desa Curahnongko, total 134 kepala keluarga terdampak dengan mayoritas berada di Dusun Wonowiri.
“Kami juga mendata 20 lansia dan 6 balita di lokasi tersebut,” jelas Penta, Kabid KL BPBD Jember.
Pada Jumat dini hari, tim BPBD mendistribusikan bantuan logistik untuk dapur mandiri di dua desa terdampak.
Di Desa Andongrejo, mereka menyerahkan paket sembako, selimut, dan makanan balita. Sementara itu, bantuan tambahan disalurkan di Balai Desa Curahnongko.
Hingga pukul 08.30 WIB, kondisi di Desa Andongrejo mulai membaik dengan air yang telah surut. Namun, di Wonoasri, ketinggian air masih mencapai satu meter.
“Kami terus membantu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelas penta.
Operasi tanggap darurat melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, PMI, MDMC, serta relawan lokal.
“BPBD Jember menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem,” katanya.
Pembersihan ranting dan material yang menyumbat aliran sungai juga menjadi prioritas untuk mencegah banjir susulan.
“Kami fokus pada mitigasi agar warga tidak kembali terdampak banjir,” kata penta.