Bang Pur Bagikan Kisah Inspiratif dan Strategi Sukses di Dunia Politik pada Acara Tegalboto Memanggil 3

Anggota DPR RI M Nur Purnamasidi saat diwawancarai media usai acara Tegalboto Memanggil (Foto: Abdus Syakur/BBC)
Anggota DPR RI M Nur Purnamasidi saat diwawancarai media usai acara Tegalboto Memanggil (Foto: Abdus Syakur/BBC)

JEMBER – Anggota DPR RI dari Partai Golkar, M Nur Purnamasidi, hadir dalam acara “Tegalboto Memanggil 3” di Auditorium Universitas Jember, Selasa (15/10/2024).

Dikenal dengan sapaan akrab Bang Pur, ia berbagi pengalaman hidupnya sebagai politisi.

Ia menyatakan bahwa menjadi politisi bukan sekadar posisi, melainkan cara untuk mengubah keadaan sosial.

“Politik adalah alat untuk perubahan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Bang Pur merupakan alumni Prodi Kesejahteraan Sosial (KS) FISIP Universitas Jember angkatan 1990-1995.

“Saat saya masuk, jurusan KS hanya ada lima di Indonesia,” ungkapnya saat menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Kelima jurusan KS tersebut ada di UI, UGM, Unpad, Unej, dan kampus Manado. Ia mengenang saat pertama kali memilih jurusan KS, orang tuanya mempertanyakan prospek kariernya.

“Saya bilang ke bapak, doakan saya jadi yang terbaik bagi keluarga dan negara,” ucapnya.

Setelah lulus dari Universitas Jember, Bang Pur memulai kariernya sebagai pendamping anak buruh perkebunan di Silosanen selama tiga tahun.

Pengalaman ini menjadi fondasi bagi langkahnya di dunia sosial dan politik.

Ia juga pernah menjadi guru di SMA Pekerja Sosial Moch Sroedji dengan gaji Rp 35 ribu. Tidak puas dengan kondisi tersebut, Bang Pur merantau ke Jakarta dan mencoba peruntungan sebagai penjual majalah.

“Perjuangan itu membuat saya lebih kuat untuk menjalankan hidup agar lebih sukses,” katanya.

Pada tahun 1999, Bang Pur mendapatkan kesempatan bekerja sebagai staf ahli di DPR RI selama sepuluh tahun.

“Ini adalah awal karier saya di politik nasional,” kenangnya. Setelah itu, ia menjadi staf ahli BPK RI selama lima tahun mendampingi Prof. Ali Masykur Musa.

“Tahun 2014, saya terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil Jember Lumajang melalui Partai Golkar,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Ia merasa perjalanan panjangnya penuh dengan pelajaran berharga.

Dalam acara tersebut, Bang Pur juga memberikan tips bagaimana menjadi anggota DPR. “Dari periode pertama, kedua, hingga ketiga, saya tidak pernah membawa tas saat kampanye,” jelasnya.

Hal ini untuk membuktikan bahwa ia tidak mengandalkan uang atau amplop dalam menarik dukungan.

Ia mengakui bahwa banyak calon lain yang menggunakan uang untuk menarik pemilih. Namun, Bang Pur menekankan pentingnya integritas.

“Kalau ingin memilih satu profesi, pahami dulu untuk siapa dan apa profesi itu,” pesannya.

Menurutnya, politik memiliki jenis kelamin perempuan. Kenapa ia bilang begitu? Karena perempuan tidak bisa dibohongi, pasti akan tahu, Selain itu, perempuan suka disayang dan dirayu.

“Dua kunci ini yang saya terapkan dalam politik: jangan bohong dan buat mereka bahagia,” pungkasnya.

Pewarta : Abdus Syakur
Editor : Sugeng Prayitno