JEMBER – Kemunculan buaya muara (Crocodilus Porarus) kembali menggegerkan warga Kecamatan Kencong, Jember.
Kali ini, tidak hanya satu atau dua ekor seperti yang selama ini diduga, melainkan tiga ekor besar dengan panjang hampir 2,5 meter, PadaJumat, (7/6/ 2024).
Buaya-buaya ini terlihat jelas saat air sungai surut dan cuaca panas.
Munculnya buaya-buaya besar tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan warga.
Mereka tidak menyangka bahwa sungai yang selama ini digunakan untuk mencari rumput dan memancing ternyata dihuni oleh predator ganas.
Iyan Purnomo, seorang warga Desa Kencong yang saat itu sedang beraktivitas di bantaran sungai, mengungkapkan kekagetannya.
“Ternyata banyak pak, saya sempat kaget karena ada induknya dan ukurannya sangat besar. Kami sebut dia Amoy. Ada tiga ekor besar-besar, kurang lebih hampir 3 meteran pak, ada yang warnanya gelap. Anakan juga banyak di aliran sungai ini,” katanya.
Lebih lanjut, Iyan menjelaskan bahwa saat kondisi cuaca panas, buaya-buaya tersebut dipastikan akan muncul ke permukaan. “Siang dipastikan muncul semua pak, menakutkan sekali,” keluhnya.
Kemunculan buaya muara ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian di media sosial. Banyak video yang merekam penampakan buaya-buaya tersebut menjadi viral.
Sayangnya, meskipun telah banyak dilaporkan, pihak terkait seperti BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) belum menunjukkan tindakan nyata.
Hal senada juga di ucapkan Rudi, ia melaporkan beberapa kali, tetapi belum ada respon.
Tidak hanya warga, para petani yang sering beraktivitas di sekitar sungai juga merasa cemas. Mereka khawatir buaya-buaya tersebut bisa menyerang kapan saja.
Salah seorang petani, Pak Yanto, menyatakan, “Biasanya kami mencari rumput di sini. Sekarang jadi takut, takut tiba-tiba diserang buaya.”
Selain itu, beberapa anak muda yang sering memancing di sungai juga mulai mengurangi aktivitas mereka.
“Dulu sering mancing di sini, sekarang sudah tidak berani lagi. Buayanya besar-besar,” kata Sandi, salah satu pemuda setempat.
Menanggapi situasi ini, Ketua RT setempat, Pak Budi, berharap agar pihak berwenang segera turun tangan.
“Ini bukan hanya soal ketakutan, tetapi soal keselamatan warga. Kami harap BKSDA segera melakukan tindakan.” Ungkap Budi
Keresahan warga semakin meningkat seiring dengan seringnya kemunculan buaya muara tersebut.
Budi menambahkan, Meskipun begitu, mereka berusaha tetap waspada dan saling mengingatkan satu sama lain.
“Kami selalu mengingatkan warga untuk berhati-hati dan menghindari sungai terutama saat air surut.” Kata Budi
Hingga saat ini, belum ada tindakan konkret dari pihak berwenang.
Sementara Iyan yang sering melintas di jalan sungai tersebut mengatakan dengan semakin banyaknya laporan dan bukti yang disebarkan di media sosial, perhatian pihak terkait bisa segera tertuju pada permasalahan ini.
“Semoga cepat ada solusi. Kami tidak ingin ada korban,” pungkas Iyan.