PROBOLINGGO – Hujan deras mengguyur wilayah Probolinggo sejak sore hingga malam, memicu longsor yang memutus akses jalan penghubung antarkecamatan pada Sabtu (21/2/2026) malam.
Seorang warga, Ubaidillah, mengatakan curah hujan meningkat tajam hingga membuat tebing sungai tak mampu menahan derasnya aliran air.
“Hujan turun terus sejak sore sampai malam. Air sungai naik cepat dan tebing akhirnya longsor menutup jalan,” ujar Ubaidillah kepada media.
Longsor memutus jalur Gelagah–Talkandang sekitar pukul 21.00 WIB. Warga segera melapor ke pemerintah desa dan kecamatan setelah mengetahui akses terputus.
Akibatnya, mobilitas masyarakat lumpuh total. Kendaraan roda dua dan roda empat tak bisa melintas, memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Camat Kotaanyar, Hari Pribadi, langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi serta mendata tingkat kerusakan.
“Kami sudah turun ke lapangan untuk mengecek langsung dan menginventarisasi kerusakan akibat longsor dan banjir,” kata Hari Pribadi.
Ia menyebut jalan di Sumbercenteng amblas karena hujan ekstrem. Jalur tersebut menjadi penghubung penting dua kecamatan, yakni Kotaanyar dan Pakuniran.
Hari berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan perbaikan karena akses itu vital bagi masyarakat.
“Kami sudah konfirmasi dinas terkait, dan besok akan ditindaklanjuti untuk penanganan banjir serta kerusakan jalan,” jelasnya.
Sementara itu, AKP I Wayan Kardika bersama Bripda Elga dari Polsek Kotaanyar turun membantu evakuasi sementara.
“Personel kami bersinergi dengan camat dan BPBD untuk pengamanan lokasi dan penanganan darurat,” kata AKP I Wayan Kardika.