24 Duta Besar Negara Anggota OKI Sampaikan Kecaman Agresi Militer Israel Terhadap Palestina Kepada Menlu Swedia

Stockholm – Dua puluh empat Duta Besar dan kepala perwakilan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berkedudukan di Stockholm bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swedia, Tobias Billström, untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap Palestina serta kecaman atas tindakan agresi militer oleh Israel baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat (09/11).​

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri Swedia, seluruh Duta Besar OKI yang hadir sampaikan tindakan Israel merupakan pelanggaran norma, nilai dan hukum HAM dan humaniter internasional dan tidak konsisten dengan Piagam PBB maupun konvensi internasional yang selama ini menjadi rujukan seluruh negara anggota PBB.

Duta Besar OKI meminta Swedia untuk mendesak Israel untuk melakukan gencatan senjata dan penghentian serangan militer, membuka akses bagi bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional serta tetap konsisten untuk mendukung solusi dua negara dimana Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan secara damai berdasarkan pembagian wilayah pada tahun 1967.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Swedia, Kamapradipta Isnomo, tekankan kembali kecaman Indonesia atas tindak kekerasan Israel terhadap penduduk dan sarana sipil, khususnya rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah, di Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan bahwa Indonesia mengecam jatuhnya korban dari 40 wartawan dan meminta Swedia untuk melanjutkan pemberian bantuan pembangunan internasional kepada Palestina. Dubes RI melihat bahwa penangguhan atau penghentian bantuan kerja sama pembangunan jangka panjang untuk Palestina dapat menjadi preseden buruk dan dapat menjadi bagian dari collective punishment (hukuman kolektif) terhadap Palestina dalam konteks bantuan internasional.

Menteri Luar Negeri Swedia dalam pertemuan tersebut telah menyampaikan apresiasi atas pertemuan dan dialog dengan Duta Besar dan kepala perwakilan OKI di Stockholm. Menlu Swedia menyampaikan komitmen bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza senilai SEK 210 juta (US$ 2 juta) dan akan mengupayakan gencatan senjata dan pemberian akses kemanusiaan bersama negara anggota Uni Eropa lainnya.

Pertemuan telah berjalan secara konstruktif dan terbuka sebagai wadah bagi penyampaian posisi negara anggota OKI kepada Menlu Swedia dan sebaliknya dalam konteks konflik di Palestina saat ini.

Swedia adalah negara anggota Uni Eropa pertama yang secara resmi telah membuka hubungan diplomatik dengan Palestina pada tanggal 30 Oktober 2014. Melalui Swedish International Development Agency (SIDA), Swedia adalah salah satu kontributor bantuan pembangunan terbesar di Uni Eropa, melalui program tematis seperti demokrasi, kesetaraan gender, HAM, lingkungan hidup serta pembangunan ekonomi inklusif.