Di Tengah Kekhawatiran BBM Langka, PLN Pastikan Layanan Pengisian Kendaraan Listrik Tersedia

JEMBER – Pengguna kendaraan listrik di Jember dan Lumajang mulai mendapat kemudahan dengan penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) oleh PLN UP3 Jember.

Fasilitas tersebut ditempatkan secara bertahap di sejumlah kantor unit PLN untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik masyarakat.

Asisten Manajer Keuangan, Umum, dan Humas PLN UP3 Jember, Kharisma Nur Khakim, mengatakan pihaknya mengelola enam kantor unit yang tersebar di beberapa kecamatan.

Namun, keberadaan kantor unit tersebut belum seluruhnya diikuti fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.

“Unit yang sudah ada itu di Rambipuji, Ambulu insyaallah ada. Tanggul, Kalisat itu belum ada. Terus Kencong itu juga akan kami siapkan. Sisanya nanti akan kita proses,” kata Kharisma, Rabu (14/10/2026).

Pengembangan SPKLU tidak hanya menyasar wilayah Kabupaten Jember, tetapi juga mencakup sejumlah kantor unit PLN di Kabupaten Lumajang.

“Kami memang sediakan di masing-masing kantor kami. Memang belum semua. Jadi, kami Jember itu memang tanggung jawabnya di Kabupaten Jember sama Lumajang,” tuturnya.

PLN menyediakan dua jenis fasilitas pengisian daya, yakni *fast charging* untuk pengisian cepat dan stasiun pengisian reguler.

Menurut Kharisma, fasilitas yang tersedia saat ini dinilai cukup untuk melayani kebutuhan mobil listrik di wilayah Jember dalam kondisi normal.

Meski demikian, lonjakan permintaan masih berpotensi terjadi ketika mobilitas masyarakat meningkat, terutama saat libur panjang dan perayaan hari besar.

“Pada momen-momen tertentu seperti Lebaran, Tahun Baru, kemudian Natal, itu memang kita kadang over demand,” ujarnya.

Untuk pengguna sepeda motor listrik, PLN UP3 Jember juga menyediakan fasilitas pengisian daya, meskipun pengisian di rumah masih menjadi pilihan praktis bagi banyak pemilik kendaraan.

“Untuk kendaraan roda dua juga ada kami di sini. Tapi biasanya kan untuk kendaraan roda dua bisa ngecas di rumah sendiri,” ucapnya.

PLN juga membuka peluang pemasangan meteran khusus pengisian kendaraan listrik di rumah pelanggan agar kebutuhan pengisian daya bisa disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.

“Kita bisa masang meteran khusus untuk ngecas di masing-masing rumah,” kata Kharisma.

Sementara itu, pembayaran pengisian daya di SPKLU dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile yang menyediakan menu khusus untuk layanan tersebut.

Pengguna bisa memilih jumlah energi listrik dalam satuan kilowatt-hour (kWh) atau menentukan nominal pembayaran sesuai kebutuhan.

“Jadi di PLN Mobile itu ada menu charging station nanti tinggal dipilih. Bisa milih berapa KWH, pilih berapa rupiah. Biasanya kalau dari posisi 20 persen ke 80 persen itu cukup Rp 50.000,” ungkapnya.

Dari sisi waktu, pengisian menggunakan fasilitas *fast charging* umumnya tidak membutuhkan waktu hingga satu jam, bergantung pada kondisi dan kebutuhan pengisian kendaraan.

Bagi pengendara yang menunggu proses pengisian di kantor pusat PLN Jember, tersedia ruang tunggu yang dapat dimanfaatkan selama kendaraan terhubung dengan stasiun pengisian daya.

“Kami juga ada tempat ruang tunggu di sana. Jadi, memang bisa ditunggu di ruang tunggu kami atau mungkin kebetulan kami dekat dengan Indomaret,” tuturnya.

Melalui penyediaan SPKLU dan layanan pengisian daya di rumah, PLN UP3 Jember berharap akses terhadap infrastruktur kendaraan listrik di Jember dan Lumajang semakin mudah dijangkau masyarakat.