JEMBER – Aksi ribuan warga di depan DPRD Jember tak hanya berisi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa juga membawa aspirasi terkait penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program koperasi tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Selain itu, keberadaannya dianggap membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.
Koordinator aksi, Ipung Wahyudi, mengatakan koperasi membutuhkan banyak tenaga kerja untuk menjalankan organisasi dan aktivitas usaha yang ada di dalamnya.
“Dampak positifnya jauh lebih besar. Koperasi membutuhkan SDM, sehingga bisa membantu mengurangi pengangguran di desa,” ujar Ipung, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Kepala Desa Ledokombo itu, setiap koperasi setidaknya dapat menampung belasan hingga puluhan warga untuk terlibat dalam struktur kepengurusan maupun operasional.
“Minimal 15 sampai 20 orang bisa terserap menjadi bagian dari koperasi ini. Itu tentu sangat membantu masyarakat,” katanya.
Ipung menilai keberhasilan program Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada komitmen pemerintah desa dalam menjalankannya untuk kepentingan warga.
“Jangan fokus pada proyeknya. Fokuslah pada kemajuan masyarakat. Kalau orientasinya jelas, koperasi pasti mendapat dukungan,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, Ipung mengklaim sekitar 12 ribu orang turut hadir. Mereka meminta DPRD Jember mendukung berbagai program prioritas pemerintah pusat.
“Harapan kami tuntutan ini diterima. Jika belum ada tindak lanjut, bukan tidak mungkin akan ada aksi jilid berikutnya,” ungkapnya.
Selain MBG dan Koperasi Merah Putih, massa juga menyuarakan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah.
Ipung juga meminta anggota dewan turun langsung ke lapangan agar dapat melihat manfaat program secara nyata, bukan hanya berdasarkan informasi yang beredar.
“Kami ingin para dewan melihat sendiri kondisi di bawah, termasuk datang ke sekolah dan masyarakat yang merasakan manfaat program,” pungkasnya.