KEDIRI – Kebakaran Hebat yang mendera MTSN 1 Kota Kediri meluluh lantakan bangunan Ruang TU yang terparah akibat amukan si jago merah menjelang magrib hingga malam menjelang di kawasan Jalan Raung No 87, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (12/6/2026).
Kebakaran hebat itu menghanguskan sejumlah fasilitas penting sekolah.
Kobaran api yang membesar dengan cepat melalap Ruang Tata Usaha (TU), Ruang Kepala Madrasah, hingga bangunan musala lama yang sudah tidak difungsikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena seluruh aktivitas pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa telah selesai.
Kronologi Api Pertama Kali Muncul dan Suara Ledakan Mencekam
Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang sedang bertugas.
Menjelang kumandang azan Magrib, ia dikejutkan oleh gumpalan asap tebal disertai kobaran api yang mendadak muncul dari dalam Ruang TU.
Melihat situasi yang kian tak terkendali, saksi mata langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak madrasah dan petugas pemadam kebakaran.
Situasi di lokasi sempat membuat warga sekitar dan pengguna jalan panik. Berdasarkan rekaman video amatir milik warga, api tampak membubung tinggi dan merembet ke bagian atap plafon.
Ketegangan semakin memuncak saat beberapa kali terdengar suara ledakan keras dari dalam area yang terbakar.
Bahkan, saat petugas pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi untuk menjinakkan si jago merah, ledakan susulan kembali terjadi dari arah plafon teras bangunan.
Percikan api yang beterbangan akibat ledakan tersebut sempat memaksa petugas mundur beberapa langkah demi keselamatan, sebelum akhirnya kembali merangsek maju untuk melakukan pemadaman.
7 Unit Mobil Damkar Diterjunkan, Petugas Paksa Dobrak Pintu
Guna memutus perambatan api agar tidak meluas ke area ruang kelas, armada gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, hingga bantuan armada dari PT Gudang Garam saling bahu-membahu.
Petugas gabungan sempat melakukan upaya paksa dengan merusak pintu beberapa ruangan demi mempermudah akses selang air ke titik pusat api.
Setelah berjibaku dengan tiupan angin dan hawa panas selama kurang lebih dua jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri, A. Zamroni, yang meninjau langsung ke lokasi kejadian menyampaikan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri.
”Kejadiannya menjelang waktu Magrib, dan saat itu kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler sudah selesai. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” ujar Zamroni, Jumat (12/6/2026) malam.
Bagaimana Nasib Dokumen Siswa dan Kegiatan Belajar Mengajar?
Kebakaran yang menghanguskan ruang administrasi tentu memicu kekhawatiran besar terkait nasib data-data penting sekolah.
Zamroni mengakui bahwa dokumen yang paling krusial untuk diselamatkan adalah buku induk siswa. Dokumen fisik tersebut berisi rekam jejak sejarah sekolah, mulai dari data alumni, nilai akademik, hingga arsip penting lainnya dari tahun ke tahun.
”Buku induk itu adalah rohnya madrasah, karena di situ ada data alumni, nilai, dan sebagainya,” ungkap Zamroni dengan nada penuh harap.
Kendati demikian, pihak madrasah sedikit bernapas lega. Berdasarkan laporan dari Kepala MTsN 1 Kota Kediri, buku induk tersebut disimpan di dalam etalase khusus berbahan kaca dan aluminium, yang diharapkan mampu melindungi dokumen dari jilatan api langsung. Selain itu, sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pihak madrasah ternyata telah melakukan digitalisasi data selama beberapa tahun terakhir.
Terkait kelangsungan pendidikan para siswa, Zamroni menegaskan bahwa musibah ini tidak akan melumpuhkan aktivitas akademis di MTsN 1 Kota Kediri.
”Untuk proses pembelajaran tentu tidak terganggu. Ruang belajar (kelas) masih aman dan ruang guru juga tidak terdampak. Yang saat ini sedang kami fokuskan adalah melakukan inventarisasi dokumen-dokumen administrasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian dan tim terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendata total kerugian materiil serta memastikan penyebab utama dari insiden kebakaran ini.