Rektor UIN KHAS Jember Minta ASN Baru Hadirkan Inovasi Pelayanan Kampus

JEMBER – Sebanyak 37 CPNS di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil, Kamis (21/5/2026). Pelantikan digelar serentak bersama ASN Kementerian Agama se-Indonesia.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung hybrid dari Ruang Rapat BEC lantai 2 kampus UIN KHAS Jember. Kegiatan itu terhubung melalui Zoom dengan pusat acara di Jakarta.

Seluruh ASN yang dilantik merupakan hasil seleksi CASN tahun 2024. Pelantikan dipimpin langsung Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Dalam arahannya, Nasaruddin mengingatkan status ASN Kementerian Agama merupakan amanah besar. Ia menyebut perjuangan menjadi aparatur negara tidak lepas dari doa orang tua.

“Sebagai ASN Kementerian Agama, berpegangteguhlah pada prinsip BerAKHLAK dan istiqamah,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan, simbol warna putih di lingkungan Kementerian Agama memiliki makna moral yang harus dijaga seluruh aparatur sipil negara.

“Warna putih yang identik dengan Kementerian Agama menggambarkan bahwa setitik noda saja akan sangat terlihat,” katanya.

Menag juga menekankan pentingnya nilai ISTIQAMAH. Nilai tersebut meliputi Ikhlas, Sabar, Tawadhu’, Ihsan, Qanaah, Amanah, Akhlakul Karimah, dan Hikmah.

Sementara itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh meminta ASN baru menerapkan prinsip 4K dalam bekerja.

“Kecepatan, kemudahan pelayanan, kemanfaatan kebijakan, dan kebahagiaan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Zudan.

Usai pelantikan daring, para ASN baru menerima Surat Keputusan dari Rektor UIN KHAS Jember, Hepni.

Dalam sambutannya, Prof Hepni menegaskan ASN Kementerian Agama tidak hanya bertugas sebagai pelayan publik, tetapi juga membawa nilai moral dan keagamaan.

Yang paling utama adalah integritas. Hanya dengan integritas, publik akan percaya kepada kita sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga meminta para ASN baru meningkatkan kompetensi dan inovasi demi mendukung tata kelola kampus yang lebih baik. Keteladanan, menurutnya, menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat.