JEMBER – Ratusan pesilat dari berbagai daerah memadati arena pertandingan di GOR PKSPO Kaliwates. Atmosfer kompetisi terasa sejak hari pertama kejuaraan dimulai.
Ajang Jember Championship 3 digelar 14–15 Februari 2026. Turnamen ini mempertemukan 860 atlet dari tujuh provinsi yang memperebutkan Piala Bupati.
Peserta datang dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai pelajar sekolah dasar, menengah, hingga mahasiswa turut ambil bagian dalam pertarungan teknik dan mental di arena.
Kejuaraan ini juga membuka peluang masa depan atlet. Selain prestasi olahraga, jalur pendidikan disiapkan melalui sertifikat resmi dan kesempatan memperoleh beasiswa.
Ketua IPSI Jember, Ahmad Halim, menjelaskan jumlah peserta dibatasi karena waktu pelaksanaan kompetisi terbatas.
“Jumlah atlet sebenarnya bisa lebih banyak, tetapi kami sesuaikan dengan durasi pertandingan yang tersedia,” ujar Halim saat pembukaan.
Ia menambahkan, kejuaraan kali ini menghadirkan sertifikat istimewa. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Muhammad Fawait sebagai bentuk pengakuan prestasi.
“Sertifikat ini menjadi nilai tambah bagi atlet berprestasi untuk melanjutkan pendidikan mereka,” kata Halim.
“Bagi atlet yang berprestasi, kami usulkan mendapatkan beasiswa khusus hingga jenjang kuliah,” lanjutnya menegaskan komitmen pembinaan jangka panjang.
Di lokasi yang sama, Gus Fawait menyampaikan harapannya. Ia ingin kejuaraan ini berkembang lebih besar dan mampu menarik peserta dari seluruh Indonesia.
“Mudah-mudahan ke depan acara seperti ini menjadi event nasional,” ujarnya optimistis.
Menurutnya, akses transportasi menuju Kabupaten Jember semakin memadai, termasuk operasional Bandara Notohadinegoro Jember yang mendukung mobilitas atlet.
Ia menegaskan dukungan pendidikan bagi atlet akan dikawal pemerintah daerah. Jalur masuk sekolah hingga beasiswa perguruan tinggi disiapkan sesuai jenjang prestasi.
“Peserta juara bisa memilih sekolah lanjutan, bahkan diprioritaskan beasiswa jika ingin melanjutkan kuliah,” jelasnya.
Selain pembinaan atlet, kegiatan olahraga dinilai berdampak langsung pada ekonomi daerah. Kehadiran peserta luar kota memicu aktivitas usaha masyarakat.
“Banyak orang datang, ekonomi bergerak, UMKM, PKL, hingga perhotelan ikut merasakan manfaat,” ungkapnya.
Ke depan, ruang ekspresi generasi muda juga diperluas melalui rencana pembangunan sirkuit balap motor di kawasan Jember Sport Garden.
“Kami ingin anak-anak punya tempat menyalurkan minat. Daripada balapan liar, lebih baik difasilitasi sirkuit resmi yang direncanakan dibangun tahun 2026,” pungkasnya.