Mulai Hari Ini, Wisata Papuma dan Watu Ulo Cukup Satu Tiket 12.500

JEMBER – Mulai hari ini, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo cukup membeli satu tiket terintegrasi seharga Rp12.500.

Kebijakan tersebut resmi diterapkan Pemerintah Kabupaten Jember sejak Kamis, 2 Januari 2026, sebagai langkah pembaruan pengelolaan destinasi wisata unggulan.

Sistem satu pintu ini memungkinkan pengunjung mengakses dua pantai sekaligus tanpa perlu transaksi tiket terpisah di masing-masing lokasi.

Kepala Dinas Pariwisata Jember, Boby Ari Sandi, menyebut kebijakan itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pemkab Jember dan Perhutani.

“Mulai hari ini tiket terintegrasi Papuma dan Watu Ulo resmi berlaku dengan tarif Rp12.500,” ujar Boby.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mempermudah wisatawan sekaligus meningkatkan daya tarik kunjungan ke kawasan pesisir selatan Jember.

Selain kemudahan akses, sistem baru ini juga ditujukan untuk memperbaiki tata kelola retribusi wisata daerah.

“Semua sudah berbasis online sehingga pendapatan bisa dipantau secara real time,” kata Boby.

Penerapan tiket terintegrasi pada hari pertama menunjukkan respons positif dari para wisatawan yang datang sejak dini hari.

Berdasarkan data sementara, ribuan pengunjung tercatat masuk ke kawasan Papuma–Watu Ulo hingga siang hari.

“Tiket mulai aktif pukul 00.00 WIB dan pergerakan pengunjung langsung terpantau di dashboard,” ungkap Boby.

Pemkab Jember mengakui masih ada kekurangan dalam penerapan awal, terutama terkait fasilitas dan penataan loket.

“Kami sadar belum ideal, namun evaluasi terus kami lakukan,” ucap Boby.

Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran lanjutan untuk mendukung penataan infrastruktur wisata sepanjang tahun 2026.

“Perbaikan loket, panggung, dan akses pendukung akan kami lakukan bertahap,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Jember menggandeng PT Palawi Risorsis, Perhutani, serta pemerintah kecamatan setempat.

Pengamanan kawasan wisata juga diperkuat dengan melibatkan TNI-Polri, Satpol PP, dan unsur Muspika.

“Kami ingin wisatawan merasa aman dan nyaman selama berlibur,” kata Boby.

Ia menegaskan kebijakan tiket terintegrasi ini dirancang jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.