JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menatap 2025 dengan optimisme tinggi, menyebut tahun tersebut sebagai awal tonggak sejarah kebangkitan sektor pertanian daerah.
Keyakinan itu disampaikan Bupati Jember Gus Fawait saat peluncuran Program Lingkaran Cinta dan Cinta Petani di Kantor Dinas TPHP Jember.
Gus Fawait menegaskan skala pembangunan 2025 menjadi yang terbesar sepanjang 40 tahun terakhir di Kabupaten Jember.
“Tahun 2025 adalah momentum sejarah. Realisasi programnya paling besar yang pernah dicapai Jember,” ujar Gus Fawait.
Salah satu prioritas utama pemerintah daerah adalah memperluas perlindungan sosial bagi petani dan pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Pemerintah hadir menanggung iuran BPJS agar pekerja rentan terlindungi dan tidak khawatir menghadapi risiko kerja,” katanya.
Program perlindungan tersebut mencatat lonjakan partisipasi signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Ada 82.093 warga yang iurannya dibayarkan Pemkab Jember sepanjang 2025,” ucap Gus Fawait.
Peserta mencakup puluhan ribu buruh tani, petani pangan, pekerja sosial keagamaan, nelayan, pekerja desa, hingga pedagang keliling.
Hingga 10 Desember 2025, dana manfaat yang tersalurkan mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan menembus Rp 20 miliar.
Selain jaminan sosial, bantuan sektor pertanian juga digelontorkan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan.
“Target kami jelas, Jember harus kembali menjadi lumbung pangan utama Jawa Timur,” tegasnya.
Gus Fawait mengakui sebagian besar infrastruktur pertanian sebelumnya mengalami kerusakan serius dan membutuhkan pembenahan menyeluruh.
“Hampir 70 persen infrastruktur pertanian rusak. Kami fokus memperbaiki sekaligus memodernisasi alat produksi,” ujarnya.
Bantuan fisik meliputi ratusan mesin pra dan pasca panen, pupuk, benih hortikultura, bibit perkebunan, serta dukungan lahan pangan.
Total nilai bantuan sektor pertanian tersebut mencapai Rp 73,5 miliar dari sinergi pemerintah pusat dan daerah.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, Gus Fawait aktif melakukan lobi anggaran ke pemerintah pusat di Jakarta.
“Kebutuhan perbaikan jalan mencapai Rp 1,2 triliun. Bandara Jember penting untuk mempercepat koordinasi dengan pusat,” jelasnya.
“Kami tidak hanya berjanji, tetapi membuktikan. Jember harus bergerak maju dan semakin baik,” pungkas Gus Fawait.