Harga Elpiji Naik Rp 20 – 22 Ribu, PT Dwi Putra Kencana Bakti Pastikan Stok Aman

JEMBER – Harga eceran tertinggi (HET) Elpiji di Jember resmi naik. Hal ini disampaikan oleh Fandi Setia Laksa, Direktur Agen PT Dwi Putra Kencana Bakti.

Kenaikan ini mengacu pada surat edaran Gubernur Jawa Timur tentang penyesuaian harga LPG yang berlaku sejak 24 Desember 2024 lalu.

“Di tingkat pangkalan, harga naik dari Rp 16 ribu menjadi Rp 18 ribu. Di masyarakat, harga bisa mencapai Rp 20 hingga Rp 22 ribu,” ungkap Fandi.

Fandi menegaskan, pihaknya tetap mengikuti HET yang ditentukan oleh pemerintah daerah Gubernur dan Kabupaten Jember.

“Di pangkalan kami pastikan menjual sesuai harga resmi. Hal ini untuk menjaga stabilitas distribusi,” katanya.

Saat ini, PT Dwi Putra Kencana Bakti memasok 3.000 tabung per bulan, meski harga naik. Stok disebut masih dalam kondisi aman.

“Kami akan terus memonitor pasokan agar tidak terjadi kelangkaan. Ini menjadi prioritas utama kami,” imbuhnya.

Fandi juga memastikan akan berkoordinasi dengan seluruh pangkalan dan pengecer untuk mencegah potensi penimbunan.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi Elpiji, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” lanjutnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli Elpiji secukupnya. Pasokan darinya cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan ketat di lapangan guna memastikan penjualan berjalan sesuai aturan.

“Jika ditemukan pelanggaran, kami akan segera menindak. Tujuan kami adalah menjaga keadilan bagi konsumen,” pungkas Fandi.