JEMBER – Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Cresheilla, mengunjungi Jember pada Senin (17/6/2024).
Kunjungan tersebut untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada mereka yang gagal dalam seleksi masuk PTN (SMPTN).
Dalam acara Pandhalungan Campus Expo 2024 di Lippo Mall Plaza Jember, Adinda menyampaikan pesan penting kepada peserta.
“Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan motivasi untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.
Gadis kelahiran Surabaya, 29 Januari 1998, ini memberikan tips tentang menghadapi kegagalan.
“Saya ikut kompetisi Putri Pariwisata sejak 2015, mengalami beberapa kali kegagalan, dan baru terpilih pada tahun 2022,” kata Adinda.
Acara tersebut dikemas dalam format ngobrol santai, dan juga dihadiri oleh perwakilan Duta Kampus dari berbagai daerah seperti Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
Adinda menceritakan, saat fase kegagalan, dia lebih sering menerima cemoohan daripada dorongan semangat.
“Kita harus bisa menjadi diri sendiri dan berani mencoba tanpa takut gagal,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Fawait, anggota DPRD Provinsi Jatim, juga memberikan motivasi kepada peserta.
“Pendidikan adalah faktor penting dalam meraih kesuksesan,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, gagal masuk PTN bukanlah akhir dari segalanya, di Jember ada banyak kampus berkualitas, jadi, tidak masuk perguruan tinggi negeri masih bisa mencari ilmu di kampus lainnya,
Gus Fawait juga menceritakan latar belakangnya sebagai anak petani yang bisa mencapai posisinya saat ini berkat pendidikan.
“Saya anak petani, jauh dari perkotaan, bisa sampai di posisi ini karena pendidikan,” ujarnya.
Saat ditanya tentang biaya pendidikan, Gus Fawait berkomitmen untuk memberikan beasiswa jika terpilih sebagai Bupati Jember.
“Kami akan menyiapkan beasiswa untuk warga Jember dimanapun tempat kuliahnya,” katanya.
Ia meyakini, tingginya angka kemiskinan di Jember disebabkan oleh tingginya angka pengangguran akibat rendahnya jenjang pendidikan warga.
“Kita perlu menuntaskan persoalan pendidikan di Jember,” tegasnya.
Gus Fawait juga mengajak anak-anak muda untuk tidak berkecil hati jika tidak diterima di PTN.
“Banyak kampus swasta yang berkualitas,” pungkasnya, mengingatkan pentingnya pendidikan untuk masa depan.
Ia menutup dengan pesan optimis tentang bonus demografi.
“Bonus demografi hingga 2025 harus dimanfaatkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutup Gus Fawait.
Pewarta: Abdus Syakur
Editor : Sugeng Prayitno