JEMBER – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jember menggelar pelantikan bagi 93 anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Jember untuk pemilihan serentak 2024.
Acara tersebut berlangsung pada Jumat (24/5/2024), dan menandai dimulainya masa pengabdian mereka selama tujuh bulan ke depan.
“Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi juga penegasan bahwa kita siap mengawal Pemilu serentak 2024 dengan sebaik-baiknya,” kata Ketua Bawaslu Jember, Sanda Aditya Pradana, dalam sambutannya.
“Kami yakin, dengan pengalaman dan pembekalan yang akan diberikan, Panwascam dapat melaksanakan tugas pengawasan secara optimal,” sambungnya.
Pada Senin depan (27/5/2024), Panwascam yang baru dilantik akan langsung menjalankan tugas pertamanya, yaitu melaksanakan proses wawancara kepada calon pengawas kelurahan/desa.
Ini merupakan langkah awal dari serangkaian tugas yang menanti mereka.
Selanjutnya, mereka akan terlibat dalam proses verifikasi faktual perseorangan calon kepala daerah pada 3 Juni 2024.
“Tugas ini memerlukan ketelitian dan integritas tinggi karena merupakan dasar dari keabsahan calon yang akan maju,” tambah Sanda.
Untuk memastikan kesiapan mereka, Bawaslu Jember akan memberikan berbagai pembekalan tambahan.
“Pembekalan ini sangat penting, terutama karena ada dua pemilihan yang akan kita hadapi: Pilgub dan Pilkada,” jelas Sanda.
Dia juga menekankan pentingnya koordinasi, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam pengawasan.
“Rekan-rekan harus segera menyesuaikan diri dan bagi ASN, penting untuk segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait keperluan seperti pleno,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember, Sigit Akbari, yang mewakili Bupati Jember, juga memberikan pandangannya.
“Kami berharap Panwascam bisa bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan Pilkada yang baik dan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sigit menekankan pentingnya peran Panwascam dalam mengedukasi masyarakat terkait perbedaan pandangan politik yang seringkali menimbulkan gesekan.
“Pada Pilkada ini kemungkinan akan terjadi gesekan karena berbeda pilihan. Makanya kita perlu mengedukasi masyarakat, memberikan pemahaman, bahwa beda pilihan itu hal yang biasa,” katanya.
Dengan resminya 93 Panwascam ini, Bawaslu Jember optimis dapat menjalankan pengawasan Pemilu dengan lebih baik.
“Kami percaya bahwa mereka bisa mengemban tugas ini dengan baik dan menjaga integritas Pemilu,” tutup Sanda.
Proses pelantikan ini merupakan bagian dari persiapan menyeluruh yang dilakukan Bawaslu Jember untuk memastikan seluruh tahapan Pemilu serentak 2024 berjalan lancar dan sesuai aturan.
“Dengan persiapan yang matang, kita harapkan tidak ada pelanggaran yang berarti selama proses Pemilu,” pungkasnya.
Selain itu, Bawaslu Jember juga berencana untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam Pemilu dan bagaimana menjaga netralitas serta kejujuran dalam setiap tahapan.
“Kesuksesan Pemilu tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat,” kata Sanda.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh anggota Panwascam untuk menunjukkan dedikasi dan komitmen mereka dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Jember.
“Kami berharap semua yang dilantik hari ini bisa menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” ucap Sigit mengakhiri acara.
Pewarta: Abdus Syakur I Editor: Sugeng Prayitno